Jas Merah; Nyamar Jadi Pemuda Ansor dan Buat Pengajian, PKI Lalu Bantai Pemuda Ansor Setelah Dikasih Makanan Berracun

Jas Merah; Nyamar Jadi Pemuda Ansor dan Buat Pengajian, PKI Lalu Bantai Pemuda Ansor Setelah Dikasih Makanan Berracun
 


Jelang Oktober, publik selalu diingatkan dengan pembantaian tujuh jendral saat G30S/PKI 1965 di Jakarta. Namun sejarah mencatat ada beberapa kejadian pembantaian lain oleh PKI di beberapa daerah selama Oktober, di antaranya aksi PKI di Banyuwangi pada 18 Oktober 1965.

Aktivis Forum Pancasila Banyuwangi, Tawali Datuganggas mengungkapkan pada saat era Orde Lama masa Bung Karno, disuarakan gegap gempita aliansi Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom).  Namun di tingkat lokal gagasan itu tidak selalu bisa berjalan mulus.

Ketika itu, papar Tawali, di Banyuwangi NU dan PNI di satu pihak berseteru dengan PKI.  Situasi semakin memanas lantaran PKI menunggangi momentum, kompetisi politik pemilihan Bupati Banyuwangi sebagai mesin konflik.

"Puncak konflik menjadi berdarah-darah. Terjadi pada pasca-G30S/PKI. Pemberontakan gagal itu diikuti pembersihan PKI di berbagai daerah. Namun di Banyuwangi PKI berani unjuk kekuatan," ungkap Tawali dalam Keterangan tertulis, Selasa (26/9).

Mereka membantai Pemuda Ansor di Kecamatan Muncar. Tawali mengungkapkan, awalnya Pemuda Ansor Kecamatan Muncar mereka undang pengajian. PKI menyamar sebagai Pemuda Ansor kecamatan Gambiran di desa Karangasem (sekarang desa Yosomulyo). Kedatangan mereka disambut dan dijamu Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat.

Ternyata makanan dan minuman yang disuguhkan sudah dicampuri racun.  Usai makan para Ansor lunglai tak berdaya. "Saat itulah mereka dibantai PKI," ungkapnya.

Tragedi itu mencatat 93 orang Pemuda Ansor tewas. Mayatnya ditumpuk dalam lubang yang memang sudah digali sebelumnya. "Kemudian tragedi pembantaian PKI berikutnya," jelas dia.
Pada 18 Oktober 1965 di Dusun Cemethuk, Desa Cluring, kecamatan Cluring, Banyuwangi, tercatat 62 orang Pemuda Ansor dibunuh PKI dan mayatnya dikuburkan dalam lubang-lubang yang sengaja sudah dipersiapkan. "Di lubang maut Cemethuk ini sekarang berdiri Monumen Pancasila Jaya," ungkapnya.

Pembantaian PKI ini, membuat Tawali dan Aktivis Forum Pancasila Banyuwangi menolak lupa atas kejamnya mereka saat itu. Ia pun berharap jangan pernah masyarakat membiarkan fakta sejarah ini ikut terkubur di lubang-lubang pembantaian PKI seperti di Banyuwangi.

"Ingat-ingatlah! Agar pengorbanan nyawa ratusan syuhada Banyuwangi itu tidak sia-sia belaka. Waspada, PKI di sekitar kita bisa menunggang apapun, ternasuk demo masyarakat maupun sidang pengadilan, untuk menebar konflik dan membakar amarah warga," ungkapnya.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/09/26/owvj51377-forum-pancasila-pki-bantai-pemuda-ansor-yang-sudah-diracun

 
Terima Kasih sudah membaca , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu.  Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News - unsubscribe from this feed 
 
republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 
 

komentar :


Selengkapnya

Njoto: Cerita tragis akhir hidup tokoh PKI

Njoto: Cerita tragis akhir hidup tokoh PKI
 


Njoto merupakan Wakil Ketua II Comite Central PKI. Orang ketiga saat PKI menggapai masa jayanya periode 1955 hingga 1965. Njoto adalah kesayangan Soekarno. Aidit sempat menganggap Njoto lebih Sukarnois daripada Komunis.

Njoto menjadi menteri kabinet Dwikora, mewakili PKI. Dia salah satu orang yang dipercaya Soekarno untuk menulis pidato kenegaraan yang akan dibacakan Soekarno. Njoto seniman, pemusik, dan politikus yang cerdas.

Menjelang tahun 1965, isu berhembus. Njoto diisukan berselingkuh dengan wanita Rusia. Ini yang membuat Aidit memutuskan akan memecat Njoto. Menjelang G30S, Njoto sudah tak lagi diajak rapat pimpinan tinggi PKI.

Kematian Njoto pun simpang siur. Kabarnya tanggal 16 Desember 1965, Njoto pulang mengikuti sidang kabinet di Istana Negara. Di sekitar Menteng, mobilnya dicegat. Njoto dipukul kemudian dibawa pergi tentara. Diduga dia langsung ditembak mati.

Sama dengan kedua sahabatnya, Aidit dan Lukman, kubur Njoto pun tak diketahui.

https://www.merdeka.com/peristiwa/5-cerita-tragis-akhir-hidup-tokoh-pki/njoto.html

 
Terima Kasih sudah membaca , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu.  Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News - unsubscribe from this feed 
 
republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 
 

komentar :


Selengkapnya

Kajian Felix Siauw Dibatalkan Setelah Mendapat Telepon Polisi

Kajian Felix Siauw Dibatalkan Setelah Mendapat Telepon Polisi
 


Kebebasan untuk mendalami agama dan menyebarkan kebaikan di negeri ini terancam. Hal ini yang dialami oleh dai kondang Ustadz Felix Siauw. Kajiannya di sebuah di perkantoran dibatalkan setelah mendapatkan dering telepon dari polisi.

"Barusan dapet kabar, salah satu kajian saya di kantoran dibatalkan sebab panitianya ditelpon polisi minta dibatalkan, alhamdulillah," kata Ustadz Felix melalui akun Twitternya pada Senin (25/9/2017).

Ia tidak menjelaskan secara rinci seperti apa peristiwa tersebut. Hanya saja, unggahan tersebut mendapatkan beragama tanggapan dari para pengikutnya.

"Semoga badai cepat berlalu Ustadz, ummat Islam selalu ditekan nihhh! Setiap hambatan adalah ujian naik kelas bagi kita semua," kata akun @MRahmatM212.

"Masya Allah, itulah yg namanya pahala gratis dr Allah. Pahala dakwah meski tanpa berdakwah, sebab udah niat. Pak polisinya smg selalu sehat," kata akun @jefrycandra28

"Makin srg dakwah antum dibubarkan makin banyak doa untuk antum agar tetep istiqomah dan Allah makin sayang antum believe it," cuit akun @pramudiya165. [BersamaDakwah]

 
Terima Kasih sudah membaca , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu.  Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News - unsubscribe from this feed 
 
republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 
 

komentar :


Selengkapnya

Intelektual Bela Pengkhianatan PKI, MS Kaban: PKI Anti Islam itu Fakta!

Intelektual Bela Pengkhianatan PKI, MS Kaban: PKI Anti Islam itu Fakta!
 


Pernyataan keras kembali dilontarkan Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang, MS Kaban. Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menantang para pengamat dan sejarawan yang terus mencoba membela pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Sejarawan para pakar pengamat dalam dan luar negeri mau membela pengkhianatan PKI dari sisi apapun PKI tetap pengkhianat UUD 45 dan NKRI," tegas MS Kaban di akun Twitter @hmskaban.

MS Kaban menegaskan, kelompok intelektual terus berusaha memutar balikkan logika dengan silogisme berdasarkan penyesatan berpikir demi membela PKI. "Mau memutar mutar logika dengan syllogism berdasarkan penyesatan berfikir untuk PKI tidak salah tidak berkhianat percuma PKI tetap PKI. Musuh NKRI," tulis @hmskaban.

Fakta penting soal pengkhianatan PKI disodorkan MS Kaban. "Sidang Konstituante PKI paling vokal menolak Islam itu fakta PKI anti Islam. Dekrit 5 Juli 59 kembali ke UUD45. PKI khianat 65 tapi kalah," beber @hmskaban.

Sebelumnya, wartawan senior Hanibal Wijayanta di akun Facebook membeberkan sejumlah fakta menarik dari diskusi bertajuk "G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi" yang digelar pada 22 September 2017.

Dalam diskusi itu hadir sebagai narasumber Ilham Aidit, anak Ketua CC PKI DN Aidit; Mayjen (Purn) Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Kostrad, Rusdi Husein, sejarawan dari Yayasan Bung Karno, dan Hermawan Sulistyo.

Secara khusus, Hanibal menyorot pendapat Hermawan Sulistyo atau Kikiek yang menguak rahasia "Cornell Paper" dan sepak terjang sejarawan Asvi Warman Adam.

Cornel Paper ditulis oleh para peneliti dari Cornell University, Benedict R O'G Anderson dan Ruth McVey, serta dibantu oleh Frederick Bunnel. Kumpulan makalah berjudul The Coup of October 1 1965 itu diterbitkan setahun setelah peristiwa G-30-S/PKI.

"Dari korespondensi Mas Kikiek –begitu Mas Hermawan Sulistyo biasa dipanggil– dengan Ben Anderson, terungkap bahwa setelah membaca semua data yang detail dan terbuka itu, Ben mengakui bahwa kesimpulan awal Cornell Paper bahwa G-30-S/PKI adalah persoalan internal TNI AD adalah salah. Dia akhirnya bisa menyimpulkan bahwa PKI memang benar-benar terlibat dan memakai Biro Chusus yang telah membina para perwira revolusioner untuk melancarkan G-30-S/PKI," catat Hanibal.

Sedangkan soal Asvi Warman Adam, Hanibal menulis: "Menurut Mas Kikiek, sebenarnya bahan-bahan yang selalu diungkap oleh koleganya di LIPI itu berasal dari dia. Malah menurut Mas Kikiek, Asvi pernah dua kali memplagiasi tulisan dia. "Suruh dia datang ke sini, kita buka-bukaan…" ujarnya ketika saya tanya untuk memastikannya. Tapi mengapa kesimpulan Mas Kikiek dan Asvi bisa berbeda, "Ya begitulah… Kalau kepingin populer ya tinggal pilih mau pro versi PKI, atau anti. Kalau jadi peneliti yang netrall dan mengungkap apa adanya kayak saya gini kan harus siap nggak populer. Sama yang pro PKI saya dimusuhi, sama yang anti PKI saya juga dimusuhi…"

 
Terima Kasih sudah membaca unsubscribe from this feed , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. 
Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News 
 
republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 
 

komentar :


Selengkapnya

Anekdot Metromini dan Isu Kebangkitan PKI

Anekdot Metromini dan Isu Kebangkitan PKI
 


Suatu sore metromini 640 yang memiliki rute Tanah Abang – Pasar Minggu berlari membelah jalan Sudirman. Di dalamnya sudah penuh penumpang hingga mereka berdesak-desakan. Aroma harum parfum karyawan kantoran hingga keringat mereka yang bekerja sejak pagi tercampur menjadi satu dihirup oleh penumpang yang duduk maupun yang berdiri.

Bunyi berisik mesin metromini mendominasi. Tetapi seketika kalah oleh suara ribut-ribut para penumpang.

"Mmmh… Siapa nih yang kentut?" Sebuah suara memulai kegaduhan. Diikuti yang lain yang ikut mengomel karena mencium bau kentut.

Tak ada yang mengaku tentu saja. Mata kondektur yang berdiri di pintu bis mini itu melirak-lirik mencurigai satu persatu penumpangnya. Lalu si kondektur pun berkata,

"Ini yang kentut pasti belum bayar…" Ia berteriak keras-keras. Terdengar oleh penumpang dari depan hingga belakang.

Tiba-tiba ada yang menyahut. "Enak aja… Saya udah bayar tadi."

Dan sontak orang-orang di dalam bus melihat ke sumber suara. Jelas sudah siapa yang kentut tadi. Terpancing oleh akal bulus kondektur.

Kepanasan Isu PKI

Isu kebangkitan PKI, atau bergeliatnya aktivitas penganut paham komunis, sebenarnya bukan cerita baru. Sejak sebelum reformasi tahun 1998, sudah dideteksi adanya kegiatan mereka. Bahkan mereka yang paham peta perpolitikan, telah mensinyalir para pegiat komunis ini sudah membuat partai (walau pun tidak mencantumkan komunis sebagai asas partainya) dan menjadi peserta pemilu tahun 1999. Hanya saja mereka gagal menempatkan satu wakil pun di DPR.

Kini isu itu kembali ramai. Apalagi menjelang 30 September, tanggal di mana sejarah mencatat pemberontakan PKI 52 tahun lalu. Orang-orang mengenang kekejian partai yang berhasil merebut posisi ke-empat pada pemilu tahun 1955 silam, yang mendalangi penculikan 7 jenderal.

Makin gaduh ketika Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan niat untuk mengadakan nonton bareng film G30S/PKI. Film yang sempat rutin diputar di TVRI tiap tahun pada tanggal 30 September, sebelum reformasi. Ada yang protes memang, tapi panglima tegas berkata, "Iya itu memang perintah saya, mau apa?"

Siapa yang memprotes? Tengok lah jagat media sosial. Banyak yang mempermasalahkan. Memang film ini terlalu sadis untuk ditonton anak belia, sehingga alasan ini ada yang mengajukannya. Tapi banyak juga yang sekedar mengada-ngada.

Di kalangan elit politik pun ada juga yang menggugat. Detik.com dalam sebuah headlinenya menulis judul berikut: "PDIP Tuding Panglima TNI Berpolitik soal Nobar Film G30S/PKI". Politikus PDIP yang dimuat dalam berita tersebut adalah Efendi Simbolon.

Selain itu ada juga ketua LSM yang mengomentari panglima TNI sebagai yang terburuk setelah pasca reformasi. Salah satu sebabnya, menurut Hendardi, ketua Setara Institute yang berkata tadi, panglima TNI telah berpolitik karena mengangkat isu PKI. "Selain isu PKI, pemutaran film G30SPKI, perang pernyataan dengan Menteri Pertahanan, pengukuhan diri sebagai Panglima yang bisa menggerakkan dan memerintahkan apapun pada prajuritnya, adalah akrobat politik Panglima TNI yang sedang mencari momentum politik untuk mempertahankan eksistensinya jelang masa pensiun," kata Hendardi.

Masih banyak lagi yang bereaksi keras atas keinginan Gatot Nurmantyo.

Namun Gatot menjawab balik. Ia sengaja mengangkat isu PKI untuk melihat siapa yang terpancing dengan isu tersebut.

"Saya katakan bahwa kami punya pengalaman buruk, tiba-tiba berapa jenderal yang dihabisi, maka sistem itu bekerja di TNI sampai saat ini. Biarkan kami seperti ini, kami memancing di air keruh juga (nanti akan) muncul-muncul, kami jadi tahu dengan berbagai cara," ujarnya dikutip Okezone. Nah lho…

Sebenarnya pancingan model tadi sudah dipaparkan oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Di hadapan awak media, ia beri tips untuk mengenali pendukung PKI. Yaitu yang kepanasan ketika isu kebangkitan komunis digulirkan. Yang gigih menyangkal bahwa partai berlambang palu arit itu telah beraktivitas kembali.

"Jadi, kita patut curigai itu yang bilang nggak ada (PKI), mungkin dia yang komunisme," begitu ujarnya.

Mudah-mudahan pembaca bisa menangkap korelasi antara cerita di dalam metromini di atas dengan pancingan Panglima TNI. Kondektur cerdik melempar wacana, tiba-tiba ada yang ceroboh membuka kedoknya, dan ketahuan lah siapa yang kentut di dalam metromini. Begitu juga yang dilakukan pak Gatot Nurmantyo, yang mengungkit kebangkitan PKI. Tiba-tiba, ada yang mencak-mencak. Bila ucapan Menhan benar, kita bisa melihat belangnya para aktivis PKI ini.

Sebenarnya kalau memang PKI tidak akan bangkit lagi, kenapa penyangkalnya begitu gigih berkoar-koar di media sosial? Mereka rugi apa bila isu ini rupanya salah? Toh kalau mereka bukan pegiat partai komunis, aparat tidak akan menindak. Alih-alih bersikap tenang dan cuek, mereka malah sangat berisik menyangkal isu ini. Aneh kan?

Zico Alviandri

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

Amien Rais Sebut PKI Bangkit, Teten Masduki: Itu Ngawur

Amien Rais Sebut PKI Bangkit, Teten Masduki: Itu Ngawur
 


Tudingan mantan Ketua MPR Amien Rais bahwa pemerintahan Joko Widodo membuka kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) mendapat bantahan dari Teten Masduki.

Kepala Staf Presiden itu menyebut Sang Bapak Reformasi ngawur.

"Itu sih ngawur lah," kata Teten di kantornya, Senin (25/9).

Tudingan Amien Rais disampaikan setelah Jokowi berpendapat film G30S perlu dibuat ulang dengan menyesuaikan kondisi dan perkembangan zaman.

"Yang jelas sekarang ini rezim Jokowi secara nggak disadari memberikan angin kebangkitan PKI. Itu yang bahaya," ujar Amien, Ahad (24/9/2017) seperti dikutip dari Detik.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ini mengatakan, ide Jokowi tak perlu diwujudkan karena sejarah tak bisa diputarbalikan. Ia memperkirakan, perpecahan akan terjadi bila usulan itu terlaksana.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto menyatakan, pernyataan Jokowi merupakan pendapat dan bukan sebuah instruksi untuk segera dilaksanakan. Wiranto mengimbau kepada semua pihak untuk tidak menjadikan pernyataan itu sebagai sumber berita. Demikian dilaporkan oleh CNN Indonesia.

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

Bermaksud Sindir Panglima TNI, Dua Ahoker Ini Kena Batunya

Bermaksud Sindir Panglima TNI, Dua Ahoker Ini Kena Batunya
 


Kalimat "Emang Gue Pikirin" dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo mendapat sindiran dari dua Ahoker terkenal: musisi Addie MS dan pengamat politik Yunarto Wijaya. Tapi, keduanya justru kena batunya.

Dalam akun twitternya, Ahad, (24/9), Addie MS menulis sindiran kepada Gatot.

@addiems: Pengen bikin lagu judulnya EGP.
Emangnya Gue Pikirin. Cocoknya siapa penyanyinya?
Sontak saja, hal ini mendapat respons balik dari warganet.

@toniherman: nyindir majikannya yg udah dipenjara 2 tahun yah mas??

@ferryir81589992: Cocok nya AHOOK,karena dia yg sudah piawai dengan kata-kata tersebut!!!

@Nasrul_arrum: Basuki Tjahaya Poernama aja gan,jd masyarakat bs ngeliat BTP rekaman di dlm penjara...
*kl bener di dalem penjara seh
@ssirah

Sebelumnya, Yunarto Wijaya pun membuat cuitan serupa. Dan senasib dengan Addie, Yunarto juga mendapat serangan balik.
Seperti diketahui, Panglima TNI mengucapkan "Emang Gue Pikirin" untuk menjawab wartawan jika ada pihak yang tidak setuju acara nonton bareng G 30 S/PKI. Ternyata, ucapan serupa juga dilontarkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

HNW: Film G30S/PKI Memiliki Makna Besar.

HNW: Film G30S/PKI Memiliki Makna Besar.
 



KabarViral - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi langkah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melakukan anjuran menonton film G30S/PKI di lingkungan TNI jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober.

Jelas HNW sapaan akrab politisi PKS itu, nonton bareng film G30S/PKI tidak bermaksud memecah persatuan. Tetapi, justru dimaksudkan agar bangsa Indonesia senantiasa taat pada Pancasila. Dan mengingatkan bangsa Indonesia agar terus bersatu dan tidak tercabik oleh komunisme.

Hal itu disampaikan HNW usai menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan ratusan pengurus dan anggota Mathla'ul Anwar se Jawa Tengah, di Kota Semarang, Senin (25/9).

Bagi bangsa Indonesia, kata HNW, film G30S/PKI memiliki makna yang besar. Karena film itu mengingatkan kepada kekejaman yang pernah dilakukan oleh PKI dan pengkhianatan PKI terhadap bangsa Indonesia.

"Pelarangan terhadap komunisme di Indonesia masih berlaku dan sudah sangat jelas. Dan agar bangsa Indonesia senantiasa mengingatkan bahayanya PKI, tidak salah kalau kita menonton kekejaman film G30S/PKI," kata dia menambahkan.

HNW juga mengaku setuju adanya keinginan untuk membuat film G30S/PKI versi baru. Yaitu versi yang lebih sesuai dengan generasi milenia seperti usulan Presiden Joko Widodo. Tetapi film itu tidak boleh merusak esensi komunisme yang penah dua kali berkhianat terhadap bangsa Indonesia.

"Film baru itu harus mampu merangkum berbagai kejahatan PKI yang pernah terjadi di Indonesia. Apalagi, PKI bukan hanya menjadi persoalan umat Islam, tapi sudah menjadi masalah bagi bangsa Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, lanjut HNW, PKI bukan hanya persoalan yang terjadi di Jakarta saja. Tetapi juga di kampung-kampung, di berbagai pelosok Tanah Air.

-kabarviral/rmol

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

Tentang Pasokan Ribuan Senjata dari Cina pada 1965

Tentang Pasokan Ribuan Senjata dari Cina pada 1965
 


September tahun ini terasa lebih panas oleh perdebatan klasik mengenai 1965. Sebenarnya ini bukan hal baru, menjelang September berakhir sudah biasa perdebatan yang sama muncul kembali. Bedanya, September tahun ini eskalasinya lebih kencang.

Salah satu yang paling signifikan adalah kampanye menonton ulang film "Pengkhianatan G30S/PKI" yang dibuat pada masa Soeharto masih berkuasa. Film itu sudah dihentikan penayangannya di televisi (khususnya TVRI) pada 1999 karena dianggap sebagai alat propaganda Orde Baru.

Belakangan, terutama dengan sokongan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, film itu kembali diputar di berbagai tempat. Bahkan keluar surat edaran yang meminta institusi-institusi di lingkungan TNI untuk mengadakan acara nonton bareng dengan mengajak warga di sekitar.

Suasana politik semakin hangat setelah Jenderal Gatot mengungkapkan informasi mengenai adanya institusi di luar TNI yang membeli 5 ribu senjata secara ilegal. Pernyataan itu segera memicu perdebatan. Pemerintah melalui Menkopolhukam membantah kebenaran ucapan Gatot. Sementara Gatot sendiri tidak membantah kalau ia sudah mengucapkan pernyataan tersebut namun menolak berkomentar lebih lanjut soal isi pernyataannya sendiri.



Saat perdebatan tentang apakah PKI masih berbahaya atau tidak, apalagi diucapkan di pengujung September, pernyataan Jenderal Gatot tentang pembelian 5 ribu senjata secara ilegal memicu kembali ingatan tentang pasokan senjata yang dijanjikan pemerintah Cina pada 1965.

Pada saat itu, komunikasi poros Jakarta-Peking memang sangat intens. Dalam rangka hubungan itu, beberapa pejabat militer dan sipil Indonesia mengunjungi Cina. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Subandrio sendiri yang berangkat ke Negeri Tirai Bambu. Ia didampingi Menteri Achmadi, Deputi Operasional Menteri/Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Moersjid, Menteri/Panglima Angkatan Laut R.E. Martadinata, Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian Inspektur Jenderal Sutjipto Danukusuma, Deputi Operasional Menteri/Panglima Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang.

Dalam kunjungan pada awal 1965 itu, Perdana Menteri Cina, Zhou En Lai, menawarkan bantuan 100.000 senjata ringan kepada Indonesia.

"Setelah tiba di tanah air, tawaran bantuan senjata tersebut dilaporkan kepada Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di hadapan rapat KOTI (Komando Operasi Tertinggi)," aku Omar Dhani dalam buku pleidoinya Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran dan Tanganku (2001).

Berkali-kali delegasi Cina berkunjung ke Jakarta. "Pada bulan April 1965, Zhou En Lai sendiri yang datang. Pihak Tiongkok secara terang-terangan mendesak supaya dibentuk Angkatan Kelima, tetapi pihak Angkatan Darat bergerak lamban," tulis MC Ricklef dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.

Angkatan Kelima merujuk satu matra di luar Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian. Sebagaimana empat matra pertahanan dan keamanan tadi, Angkatan Kelima juga dibayangkan akan melapis empat matra tersebut. Penyokong utama gagasan Angkatan Kelima terutama adalah Partai Komunis Indonesia PKI. Angkatan Kelima dibayangkan akan diisi oleh massa revolusioner, khususnya dari kalangan buruh dan petani.

Menurut Victor M. Fic, dalam Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi Tentang Konspirasi (2005), "Dalam kenyataannya, Angkatan Kelima itu adalah gagasan (Ketua CC PKI) Aidit, yang telah mulai memikirkan masalah itu sejak bulan Januari 1965."

Presiden Sukarno tak memerintahkan pembentukan angkatan yang dianggap akan memberi rasa aman bagi PKI dari Angkatan Darat. PKI memang selamanya berada dalam posisi rentan berhadapan dengan Angkatan Darat yang terang memiliki senjata. Angkatan Kelima dianggap sebagai jalan keluar yang memungkinkan posisi PKI lebih kuat.

Sukarno tidak pernah secara terbuka dan terus terang mendukung atau menolak. Pihak Angkatan Darat, yang dipimpin Ahmad Yani, juga Abdul Haris Nasution, tidak dalam posisi menyetujui gagasan tersebut. Mereka mencoba mengulur waktu -- sikap yang agak mirip dengan kampanye Ganyang Malaysia.

"Yani dan Nasution terus mengulur waktu dengan mengatakan bahwa seluruh rakyat sebaiknya dipersenjatai, bukan hanya kaum buruh dan kaum tani saja," tulis Ricklefs.

Menurut Victor M. Fic, dalam pembicaraan antara Sukarno dengan Zhou En Lai di Shanghai pada Juli 1965, dibicarakan janji Zhou En Lai soal senjata ringan jenis Chung itu. Pada 14 September 1965, soal penyerahan senjata itu dibicarakan kembali. Setelahnya Presiden mengutus Menteri/Panglima Angkatan Udara, Marsekal Omar Dani, ke Cina untuk mengatur pengapalan senjata itu. Selain dikapalkan, sebagian kecil dari senjata itu ditenteng oleh rombongan Omar Dani yang menumpang pesawat Hercules.

Chung, menurut Hendro Subroto, dalam Dewan revolusi PKI: menguak kegagalannya mengkomuniskan Indonesia (2007), adalah senapan jenis Carbine Type 56 buatan RRT. Senjata itu dianggap varian dari senapan perorangan Simonov SKS buatan Sovyet. Magasin senapan ini berisi 10 peluru 7,62 X 39mm M1943 Sovyet.

Dalam proses pengadilan, Omar Dani didakwa telah melakukan penerbangan ilegal ke RRC untuk mengambil 25.000 pucuk Chung dengan Hercules AURI. Selain jenis Chung, Omar Dani tak lupa dituduh hendak mengambil 25.000 pucuk AK-47.

Omar Dani menyangkal tuduhan itu. Baginya, tidak masuk akal mengangkut senjata sebanyak itu. Untuk mengangkut senjata sebanyak 25 ribu pucuk, yang masing-masing beratnya 3 kilogram, maka pesawat Hercules harus mengangkut setidaknya 75.000 kg. Belum lagi bungkus senjata beserta amunisinya. Mustahil senjata itu, dalih Omar Dhani, dibawa dalam perjalanan pulang dengan menggunakan Hercules.
Soal senjata-senjata yang dikapalkan itu, seperti ditulis Marieke Pandjaitan Boru Tambunan dalam D.I. Pandjaitan: Gugur Dalam Seragam Kebesaran (1997), D.I. Pandjaitan pernah dilapori Kepala Angkutan AD dan Kepala Peralatan AD adanya kapal-kapal yang diduga mengangkut senjata yang disamarkan dengan barang-barang untuk Konferensi New Emerging Forces (Conefo). Namun ketika dicek, seluruh muatan kapal sudah dibongkar. Bukti masuknya senjata-senjata dari Cina pun tak didapat.

Dalam tulisan Taomo Zhou, "Tiongkok dan G30S" di buku G30S dan Asia: Dalam Bayang-Bayang Perang Dingin menyebut, pada 13 September 1965 Omar Dani berjumpa atase militer Cina di Jakarta. Ia berharap Angkatan Udara bisa menerima 25.000 pucuk sebagai bagian dari 100.000 pucuk seperti janji Zhou.

"Ia sekali lagi mengatakan senjata-senjata itu akan digunakan untuk mempersenjatai buruh dan tani di sekitar Pangkalan Udara Halim," tulis Taomo Zhou.

Pada 16 September 1965, Omar Dani kembali berangkat ke Cina. Para pemimpin Cina bisa saja menyetujui permohonan AURI untuk membawa 25.000 pucuk itu. "Akan tetapi karena terbatasnya ruang-waktu dan kesempatan antara kunjungan Omar Dani dan meletusnya G30S, secara logistik sangat sukar bagi AURI untuk mengatur dan menerima pengiriman senjata-senjata itu," tulis Taomo.

Selain itu, janji senjata dari Zhou itu butuh proses perakitan dan pengepakan. Belum lagi pengiriman. Jika harus dikirimkan sekitar 25.000 senjata sebelum 30 September 1965, hal itu tidak mungkin. Senjata-senjata yang dipakai milisi dalam G30S di sekitar Pangkalan Halim sangat minim. Jadi Taomo berpendapat, besar kemungkinan senjata-senjata itu belum sampai ke Indonesia ketika G30S meletus.

Jadi tidaknya pengiriman puluhan ribu senjata Chung itu, penemuan beberapa pucuk senjata buatan Cina berdampak buruk bagi Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang dipimpin Omar Dani. Apalagi, dalam peristiwa penculikan yang terjadi di subuh 1 Oktober 1965 itu, ada pasukan penculik bersenjata Cung pula.

Menurut Abdul Syukur, dalam artikelnya "CIA dan G30S 1965" di buku Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisis Nasional: Bagian I Rekonstruksi dalam Perdebatan (2012), AURI dituduh ikut serta dalam pembunuhan Yani dan kawan-kawan. Sudah tentu Cina juga kena tuduh terlibat dalam G30S. Tak heran jika sempat terjadi pemutusan hubungan diplomatik di awal-awal Orde Baru.

SUMBER  DEMOKRASI.CO

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

Komisi VIII DPR : Harus Ditusut Tuntas, Nikahsirri.com Perdagangkan Manusia

Komisi VIII DPR : Harus Ditusut Tuntas, Nikahsirri.com Perdagangkan Manusia
 



KabarViral - Komisi VIII DPR meminta penegak hukum segera mengusut tuntas kehadiran situs Nikahsirri.

Situs perjodohan online itu telah melakukan dugaan praktik perdagangan manusia dengan cara menawarkan nikah secara siri dan lelang keperawanan.

"Di situs nikahsirri.com yang ditampilkan saya lihat anak-anak muda yang belum cukup umur, ada yang masih berada di bawah 18 tahun. Yang ditampilkan ini saya melihat lebih pada perdagangan orang karena dia bisa memilih siapa saja," jelas anggota Komisi VIII Kuswiyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/9).

Menurutnya, apabila aparat tidak segera menutup operasional situs dengan alamat www.nikahsirri.com itu dikhawatirkan dapat merambah menjadi satu bentuk eksploitasi kepada anak-anak.

"Kalau itu terjadi, maka akan menambah rentetan (kekerasan) seksual kepada anak," tegas Kuswiyanto.

Pendiri Nikahsirri Aris Wahyudi sendiri sudah ditangani penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.  Polisi menjeratnya dengan pasal 4, pasal 29 dan pasal 30 UU 44/2008 tentang Pornografi junto pasal 27, pasal 45, pasal 52 ayat 1 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

-kabarviral/rmol

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

Jenderal Asapov Terkena Mortir ISIS Saat Tinjau Front

Jenderal Asapov Terkena Mortir ISIS Saat Tinjau Front
 


Deir Zour – Kematian Letnan Jenderal V. Asapov akibat serangan ISIS di Deir Zour pada Ahad (23/09) sangat memukul Rusia. Terlebih, perwira senior itu tewas bukan saat pertempuran namun karena tembakan mortir yang "tidak sengaja".

Departemen Pertahanan Rusia mengatakan bahwa jenderal Asapov tewas setelah terluka parah terkena mortir yang ditembakkan pasukan ISIS. Mortir itu menghantam markas komando militer Assad di Deir Zour.

Sementara itu, media Rusia menyebutkan bahwa jenderal yang pernah terjun dalam pertempuran di Checnya menghadapi mujahidin itu terkena mortir saat mengunjungi front. Mortir tiba-tiba datang dari wilayah kontrol ISIS tepat menghantam posisi jenderal tersebut.

Asapov diutus ke Suriah dengan misi membantu militer Suriah mengatur pertempuran membebaskan Deir Zour dari ISIS, sebagaimana pernyataan Dephan Rusia.

Dalam hal ini, Rusia menyalahkan AS. Ia menuding "kebijakan ganda" Washington menjadi penyebab tewasnya perwiranya itu.

Ini merupakan komandan tinggi Rusia kelima yang tewas di Suriah. Moskow menjadi penyokong utama keberlangsungan rezim Bashar Assad.

Kiblat

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

Pengamat: Waspadai Operasi Intelijen Asing Adu Domba TNI, Polri dan BIN

Pengamat: Waspadai Operasi Intelijen Asing Adu Domba TNI, Polri dan BIN
 

Ridlwan Habib

KabarViral - Pengamat intelijen Ridlwan Habib meminta semua pihak mewaspadai upaya pihak ketiga yang mencoba mengadu domba antara TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Dari penelusuran dengan metode open source intelligence atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan medsos," kata Ridlwan di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Situasi politik nasional mulai menghangat terkait polemik pengadaan senjata, namun Menko Polhukam Wiranto sudah menegaskan hal itu hanya terkait komunikasi yang belum tuntas. Kendati demikian, di media sosial persoalan itu terus menjadi perbincangan.

Dia menjelaskan, pada Sabtu (23/9) pukul 22.00 WIB muncul tagar di media sosial #PanglimaTantangBIN. Tagar itu sempat menjadi trending topik di Twitter.

"Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun asli," kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Tagar #PanglimaTantangBIN itu menggunakan link url sebuah berita di website www.perangbintang.com.

"Setelah saya cek, website itu dihosting dari luar negeri," kata Ridlwan.

Website perangbintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 yang berada di Naples, Florida, Amerika Serikat.

"Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan," kata Ridlwan.

Pada Minggu (24/9) isu makin memanas karena beredar berita melalui WhatsApp group yang mengutip situs perangbintang.com.

"Padahal di berita itu ada wawancara fiktif seolah-olah Kepala BIN diwawancarai padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan," kata Ridlwan.

Selain BIN, lanjut dia, akun-akun anonim juga memanaskan situasi dengan seolah-olah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan dengan gambar-gambar hoaks.

Dia mencontohkan salah satu posting di media sosial yang menunjukkan tumpukan gambar senjata AK 47 yang disebut-sebut milik Polri, namun setelah ditelusuri di internet itu gambar tumpukan senjata dalam konflik Yaman tahun 2016.

"Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoax," katanya.

Dia menilai, isu ini adalah upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh. Tujuannya agar masyarakat saling curiga termasuk personel di dalam kepolisian, BIN, dan TNI.

"Operasi intelijen asing yang sangat berbahaya karena mengadu domba para Bhayangkari negara, padahal hubungan Panglima, Kepala BIN, dan Kapolri harmonis dan baik baik saja," katanya.

Ridlwan meyakini pihak asing ingin menciptakan kegaduhan agar pembangunan di Indonesia terganggu.

"Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu-isu, sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah. Ini sangat berbahaya, " katanya.

Dia menilai respon Menko Polhukam dalam menenangkan suasana sudah tepat dan terukur.

"Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai," kata Ridlwan.

Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu menghimbau masyarakat umum agar bijak sebelum menyebar kabar di media sosial.

"Bangsa ini kuat kalau bersatu, kita akan hancur jika dipecah belah dan diadu domba. Indonesia harus bersatu," katanya.

Ia menambahkan masing-masing institusi intelijen punya tugas dan kewenangan sendiri sendiri. Intelijen TNI adalah intelijen tempur untuk kepentingan military intelligence. Tugasnya adalah memastikan pertahanan nasional kuat dari kemungkinan serangan pihak asing, berapa kekuatan senjata Singapura, berapa kapal selam Australia, itu salah satu contoh tugas intelijen tempur.

Ridlwan mengingatkan bahwa dalam tugas intelijen berlaku single user atau pengguna tunggal.

"Intelijen negara usernya adalah Presiden. Baik itu yang berdinas di intelijen militer /Bais maupun intelijen Polri dan intelijen BIN sama sama bertanggungjawab pada satu pengguna yakni Presiden," jelasnya.

-kabarviral/teropongs

unsubscribe from this feed

komentar :


Selengkapnya

YES MUSLIM - Portal Muslim Terupdate !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top