WOW Keren! Cuma Dari Kangkung Hidroponik Pria ini Bisa Meraup Rp 97 Juta Per Bulan


Cuma dari kangkung, seorang praktisi hydrophonic Charlie Tjendapati mengungkapkan dirinya bisa mendulang rupiah yang fantastis.

Melalui akun facebooknya, Charlie Tjendapati men-share pengalamannnya dan berbagi tips dalam bertani kangkung secara hydrophonic (hidroponik).

Berikut penuturan Charlie Tjendapati:

Cuma kangkung....

Berminggu ini diundang hadir buat berbagi di beberapa kebun seputaran Jawa Barat, untuk sharing dan bertukar pengalaman. Menyenangkan dan menjanjikan banget. Bukan buat sombong atau pamer, tetapi semoga jadi suatu referensi bagi generasi muda tentang kehidupan bertani. Bertani bisa menjadi penunjang kehidupan, seperti aq bisa menunjang kehidupan keluarga dan orang lain.

Balik lagi ke kangkung....

Hidroponik ini menggunakan paralon ajjah, karena kami cuma ahli melubangi paralon dan sesuai dengan kantong.

Jumlah lubang tanam ada 86.400 lubang.

Sekilo kangkung ada 64 tanaman dalam 16 netpot, berarti isi net pot ada 4 tanaman kangkung (kadang 5 atau 6). Berarti jumlah panen ada sekira 86.400 : 16 = 5400 kg.

Jika panen kangkung berumur 20 HST, maka setiap 10 hari akan dipanen sekira 2700 kg, dalam sebulan akan dipanen 8100 kg.

Harga kangkung Rp. 12.000/kg , maka akan didapat pendapatan sekira 8100 kg x Rp. 12.000 = Rp 97.200.000.

Fantastis!

Memang biaya investasi dan pengeluaran bulanan juga besar, tapi tetap akan ada margin yang besar buat sang empunya.

Masih ada yang bilang jadi petani itu ga menyenangkan?

***


Demikian penuturan Charlie Tjendapati.

Petani kangkung hidroponik lain mengatakan, "Kangkung hidroponik dapat tumbuh dalam usia 3 minggu, dan enaknya bisa dipanen 3 kali, rasanya juga lebih kriuk dan bebas pestisida."

Selengkapnya bagi yang tertarik, Anda bisa bertanya langsung via Fb Charlie Tjendapati:
Link: https://www.facebook.com/charlie.tjendapati/posts/819459088160665

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Ahli Ekonomi Syariah Ini Baru Memiliki Rumah Setelah 30 Tahun, Bangun Masjid Dulu


Ternyata salah seorang guru saya setelah 30 tahun baru memiliki rumah..

Ustadz Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc (salah satu ikon keuangan dan perbankan syariah di Indonesia) .. seorang ustadz yang begitu santun dan ramah. Pembawaannya low profile ternyata beliau baru memiliki rumah. Sebelumnya beliau mengontrak rumah sederhana di Tebet, Jakarta Selatan.

"Maaf bunda... kita bangun masjid dulu ya"

Setelah masjid Andalusia selesai dibangun....

"Maaf bunda... kita bangun kampus dulu ya"

Setelah berdiri kampus STIE Tazkia... barulah sedikit demi sedikit dibangun rumah Tazkia, yang juga berfungsi sebagai rumah yatim, rumah tahfiz dan rumah TBN (gudang buku di basement).

"Bunda... maaf harus menunggu puluhan tahun untuk bisa menempati rumah yang representatif"

Beliau menangis bukan karena rumah tapi karena menyampaikan wasiat "Bila saya dan bunda Mirna dipanggil Allah, tolong kuburkan di lingkungan Tazkia. Supaya para mahasiswa berkenan mendoakan kami, membacakan Al-Fatihah untuk kami".

*pak Syafii Antonio & istri belum dikaruniai anak

(Seperti ditulis Adi Sucipto di fb nya)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Kisah Nyata, Janji Allah Itu PASTI BENAR DAN DITEPATI




Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah… vespa itu bisa distarter.

“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”

“Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.

Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal seribu rupiah. Uan g segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.

Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”

Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”

Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Bensin benar-benar habis.

“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.


Tapi subhanallah, orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ndorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah seribu saja sudah dorong motor.”

Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.

“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.
“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.

“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”

Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.

“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.
“Untung apaan?”

“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”

“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”

“Hmm.. mau, anak ditukar Kijang?”

Mereka kan ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.

Begitu sampai… “Mas, saya enggak turun ya,” kata pemiliki Kijang. Lalu ia merogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.

“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.

Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Seribu kali lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.

Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).

(Kisah Nyata, Copas dari ust.Fachruddin Nu’man Lc.)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Kisah Menakjubkan Imam Ahmad dan Tukang Roti




SUATU ketika Imam Ahmad ingin menghabiskan waktu malam di dalam masjid. Ia berpakaian layaknya orang biasa, sehingga sulit dikenali orang.

Tetapi, oleh penjaga masjid, beliau dilarang menginap di dalamnya.

Imam Ahmad berusaha membujuk si penjaga itu agar bisa menetap di masjid tersebut, namun usahanya sia-sia. Maka, Imam Ahmad berkata, “Aku akan tidur di tempat berpijaknya telapak kakiku sekarang ini!”
Benar saja, Imam Ahmad bin Hanbal akhirnya tidur di tempat berpijaknya telapak kaki beliau.

Dan si penjaga tadi kemudian pergi entah kemana meninggalkan masjid.

Ketika itu, seorang tukang roti lewat dan melihat Imam Ahmad tertidur di teras masjid. Ia menawari beliau untuk menginap di rumahnya. Imam Ahmad pun menerima tawaran tersebut. Sejurus kemudian ia dan tukang roti tadi pergi meninggalkan masjid untuk menginap di rumahnya.

Setelah sampai, Imam Ahmad disambut dengan penuh penghormatan. Si tuan rumah beres-beres mempersiapkan segalanya untuk Imam Ahmad, dan beliau dipersilahkan untuk beristirahat.

Setelah semuanya dirasa tidak ada yang masalah, tukang roti yang mengajak Imam Ahmad menginap di rumahnya pun mulai membuat adonan roti untuk dijual besok harinya. Si tukang roti meninggalkan Imam Ahmad sendirian. Ada sesuatu yang tidak biasa, didengar oleh Imam Ahmad dari tukang roti tadi. Ternyata tukang roti itu beristighfar dan terus beristighfar dalam kesibukannya mengolah adonan.

Waktu pun terus berlalu, namun tukang roti tadi tidak berhenti dari mengucap istighfar. Keadaannya terus seperti sebelumnya, sehingga membuat Imam Ahmad merasa takjub. Kemudian pada pagi harinya, beliau bertanya kepada tukang roti itu tentang istighfar yang diucapkan di malam hari.

http://4.bp.blogspot.com/-2fQyF4FPoGc/UKT_NSIUG2I/AAAAAAAAAJM/1AcwlZhAneg/s1600/bulan.jpg

Tukang roti itu menjawab bahwa ia sudah melakukannya sudah sejak lama. Setiap kali membuat adonan, ia selalu beristighfar.

Imam Ahmad melanjutkan pertanyaannya, “Apakah engkau mendapat manfaat dari istighfar yang sering engkau ucapkan?” Pertanyaan ini sengaja ia tanyakan, meskipun beliau sudah tahu manfaat dan keutamaannya.

Tukang roti pun menjawab, “Ya, demi Allah, setiap kali aku memanjatkan doa kepada Allah, Ia selalu mengabulkan doaku. Kecuali satu saja.”

“Apa itu?” tanya Imam Ahmad.

Tukang roti menjawab, “Bertemu Imam Ahmad bin Hanbal.”

Lalu, dengan takjub Imam Ahmad berkata, “Aku adalah Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, aku benar-benar didatangkan oleh Allah kepadamu.”


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Jangan Gampang Memusuhi Orang







Oleh: Rohmat Saputra

“JANGAN memusuhi orang,” begitu pesannya kepada kami saat silaturrahmi ke rumahnya.

“Kita tidak tahu, kita berhasil atau sukses, bisa jadi karena perantara seseorang, walaupun dia berbuat jahat kepada kita,” katanya lagi.

Bapak itu cerita, dulunya bekerja di sebuah pabrik. Kemudian dia pindah kerja ditempat lain, dan mendapat pemasukan yang lebih berkali-kali lipat dari pada saat kerja dipabrik.

“Gara-gara orang itu jabatan dan pendapatan saya naik,” kenangnya. Ia tersenyum segar di depan kami.
Beberapa tahun yang silam bapak yang biasa disapa Pak Yusuf ini, hanyalah seorang yang bekerja di pabrik. Pendapatan batas rata-rata UMR saja. Namun sebuah peristiwa yang menjadi titik perubahan padanya terjadi.

Suatu ketika, temannya mengajak untuk mencuri kabel. Dengan tegas bapak Yusuf menolak perbuatan itu.
“Kalo mau mencuri, jangan ngajak saya. Jangan ngajak orang lain,” katanya sedikit marah.

Semenjak itu, teman yang satu kerja di pabrik tersebut tidak pernah mau tegur sapa. Jika bertemu dia langsung membuang muka. Sama sekali cuek pada pak Yusuf.

Beberapa tahun kemudian Pak Yusuf sudah tidak bekerja di pabrik. Ia mendapatkan jabatan yang cukup bergengsi di sebuah perusahaan Ibukota. Diangkat menjadi konsultan Jepang. Dari situ ia terus berterima kasih dan tidak pernah melupakan peristiwa ketika ia diajak mencuri oleh temannya.



“Saya sangat bersyukur kepada bapak. Karena perantara bapak, saya dengan keadaan saya sekarang menjadi lebih baik,” senyumnya lebar sambil menyalami temannya yang waktu itu mengajak mencuri kabel dan masih kerja di pabrik. Pemasukan temannya berkali-kali lipat lebih kecil dari pak Yusuf yang sudah menjadi konsultan Jepang.

Dari penggalan kisah di atas mengajarkan kepada kita untuk tidak memusuhi orang. Walau bagaimanapun tetap kita jangan memusuhi orang lain. Sebab kita tidak tahu rejeki datang dari arah mana. Bisa jadi melalui teman kita sendiri, yang mungkin akan kita musuhi. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Yang kita lakukan hanya menasehati, bukan memusuhi. Jikapun ingin memusuhi, bencilah perbuatannya, bukan orangnya. Karenanya Allahpun berfirman,

“Nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 3).

Bila orangnya yang sudah dimusuhi terlebih dahulu, maka pintu nasehat kepadanya seolah akan tertutup.

Namun bila perilakunya yang dibenci, maka peluang untuk menasehatinya akan terbuka, bahkan menjadi acuan untuk segera menasehatinya.


Sumber

komentar :

Selengkapnya

Gerhana, Bukan Hanya Sebatas Fenomena Alam




Gerhana, Bukan Hanya Sebatas Fenomena Alam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sejak berita tentang peristiwa gerhana disebarkan di media, banyak orang mulai berfikir, bagaimana caranya  bisa mengabadikan peristiwa dan fenomena gerhana itu dengan baik. Fenomena yang sangat langka, mengingat gerhana akan terjadi mendekati total, bahkan ada yang sampai lebih dari 90%. Dan itu hanya bisa dilihat di Indonesia. Bahkan diberitakan, akan ada banyak wisatawan manca negara yang datang ke Indonesia.

Terlepas dari semua rencana manusia terkait gerhana, sebelumnya kita perlu memperhatikan, sebenarnya suasana yang bagaimana yang perlu kita kondisikan ketika terjadi gerhana?

Allah menjelaskan dalam al-Qur’an,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Tidaklah kami mengirim ayat-ayat itu selain untuk menakut-nakuti (hamba).” (al-Isra: 59)

Yang dimaksud “ayat-ayat itu” adalah semua tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah, baik yang ada di lingkungan sekitarnya, termasuk  mukjizat yang Allah berikan kepada para nabi.

Tujuan Allah menciptakan semua fenomena alam, untuk menunjukkan ke-Maha Kuasan Allah kepada hamba-Nya. Sehingga semakin menambah rasa takut mereka kepada-Nya. Termasuk peristiwa gerhana. Matahari yang demikian terang, dengan kuasa Allah bisa tertutup, sehingga suasana menjadi gelap, hanya tinggal bayangan cahaya putih yang mengitarinya.

Bagi orang kafir, mereka melihat kejadian ini tanpa pernah terbayang tentang siapa penciptanya. Mereka hanya memikirkan, ini fenomena alam nan indah, yang layak diabadikan dengan kameranya.
Berbeda dengan seorang muslim, kejadian semacam ini bukan hanya sebatas fenomena alam. Namun itu adalah peringatan agar dia semakin takut kepada Sang Kuasa. Karena mereka mengimani bahwa ini semua ada penciptanya.

http://1.bp.blogspot.com/-8CH28NGqN74/VQwKJDWegAI/AAAAAAAAe60/EQEgDTyr6sI/s1600/20125031N9fO8oir.jpg

Sikap semacam inilah yang terjadi pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau melihat fenomena alam. Tidak hanya peristiwa gerhana, sampaipun hanya mendung gelap, terlihat roman ketakutan di wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah menceritakan,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ  – صلى الله عليه وسلم –  إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِيْ أُفُقٍ مِنْ آفَاقِ السَّمَاءِ، تَرَكَ عَمَلَهُ – وَإِنْ كَانَ فِيْ صَلاَتِهِ – ثُمَ أَقْبَلَ عَلَيْهِ، فَإِنْ كَشَفَهُ اللهُ حَمِدَ اللهُ، وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ : اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Rasulullah  –shallallahu alaihi wa sallam– apabila melihat mendung di ufuk langit, maka beliau meninggalkan aktivitasnya, meskipun dalam keadaan shalat, kemudian menghadap kepadanya. Apabila Allah menyingkapnya, maka beliau memuji-Nya dan apabila turun hujan, beliau berdoa, ‘Ya Allah jadikanlah hujan ini adalah hujan yang bermanfaat’.” (HR. Bukhari Adabul mufrad)

Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketakutan? Karena beliau khawatir, jangan-jangan, mendung gelap itu adalah mukadimah adzab, seperti yang terjadi pada kaum ‘Ad.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

Apabila Rasulullah melihat mendung gelap atau angin ribut, kelihatan perasaan takut di wajah beliau. Saya bertanya, “Ya Rasulullah, banyak orang ketika melihat mendung, mereka senang, berharap sebentar lagi turun hujan. Sementara anda, ketika melihat mendung, nampak di wajah anda suasana tidak nyaman.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا (هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا)

Wahai Aisyah, saya khawatir, mendung ini membawa adzab, yang dulu ada orang diadzab dengan angin kencang. Kaum itu ketika melihat mendung berisi adzab, mereka mengatakan, “Awan ini akan menurunkan hujan untuk kami.”(HR. Bukhari 4829)

Seperti ini pula yang diingatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana. Beliau sampaikan kepada para sahabat, bahwa itu bagian dari tanda kekuasaan Allah. Agar kita semakin mengagungkan Allah dan semakin takut kepada-Nya. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita dianjurkan melakukan shalat gerhana, dan banyak berdzikir kepada-Nya.

Dari al-Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

“Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).” (HR. Bukhari 1043 dan Muslim 2147)

Hadirkan perasaan takut kepada Allah ketika terjadi gerhana…
Bukan sebatas semangat untuk mengabadikannya dalam kamera.

Karena gerhana bukan semata fenomena alam. Namun tanda kekuasaan Sang Pencipta agar kita semaki takut kepada-Nya.

Allahu a’lam.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

ALLAHU AKBAR ! Shalat dan Pengaruh Yang Luar Biasa Terhadap Psikologis





SHALAT merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Shalat inilah yang membedakan kita dengan umat lainnya. Telah kita ketahui bersama bahwa shalat memiliki manfaat yang sangat banyak. Selain menyehatkan, ternyata shalat ini pun bermanfaat bagi keadaan jiwa kita.
Ada efek psikologis yang besar terdapat dalam ibadah shalat, ketika seorang mukmin menunaikan ibadah shalat dengan khusyu’, maka hal tersebut akan membantunya melakukan meditasi dan konsentrasi, yang merupakan cara yang paling penting untuk mengatasi ketegangan dan kelelahan urat syaraf.

Begitupula shalat merupakan pengobatan yang paling efektif dari penyakit marah, terburu-buru dan ceroboh, mengajarkan kepada manusia bagaimana menjadi orang tenang dan rendah hati serta selalu tunduk kepada Allah SWT, mengajarkan kepada manusia untuk sabar dan tawadhu’. Ini semua dapat memberikan pengaruh yang baik pada sistem saraf dan kerja jantung, mengatur detaknya dan aliran darah melaluinya.

Dan shalat dapat membantu orang beriman menghilangkan semua yang tersimpan dalam perutnya seperti depresi, kegelisahan, ketakutan dan emosi diri, karena semuanya akan hilang dengan hanyak berdzikir dihadapan Allah dan Allah selalu bersamanya dan tidak akan meninggalkannya selamanya selama ia tulus dalam beribadah kepada Allah yang Maha Esa. Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya”. (Al-Mu’minun:1-2)



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Masya Allah, Ini Dia Rahasia Dan Manfaat Luar Biasa Dari Wudhu


 http://1.bp.blogspot.com/--ZaTaytilfk/VCKLH3-8WdI/AAAAAAAACr8/pNq4X4WsbqU/s1600/tata%2Bcara%2Bwudhu.jpeg

BERWUDHU atau bersuci merupakan suatu aktifitas ibadah sebelum menjalani ibadah shalat. Wudhu diwajibkan bagi seiap muslim. Berwudhu dilakukan dengan mengucurkan air kepada bagian-bagian anggota tubuh yang tertentu.

Nah, ternyata Wudhu dalam pandangan medis sangat bermanfaat untuk kesehatan. Di antaranya:
Peringatan dari Rasulullah SAW akan pentingnya mensyukuri dua nikmat yang selalu melalaikan manusia yaitu nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.

Pertama, nikmat kesehatan, Banyak sekali manusia yang menyia-nyiakan masa ketika sehat badannya untuk hal yang tidak bermanfaat dengan tidak mendekatkan diri kepada Allah atau berbuat sesuatu yang berguna selama di dunia. Menyia-nyiakan waktu luang dan masa sehat ini berarti merugikan mereka.

Kedua. nikmat waktu luang, adalah salah satu nikmat Allah yang sering dilalaikan dan tidak mengisinya dengan hal yang bermanfaat seperti amar ma’ruf nahi munkar.
Sebuah studi baru menegaskan bahwa bilasan ke mulut dengan air dapat melindungi mulut dari penyakit gusi dan peradangan, gigi berlubang, memperkuat otot-otot mulut, wajah dan melindunginya dari infeksi saluran pernafasan.

Adapun ketika mencuci hidung dan menghirup air ke dalamnya mampu menyelamatkannya dari bakteri yang terdapat di dalamnya.

Bahkan orang-orang yang memelihara wudhu dengan baik, akan mampu melindungi hidungnya sehingga bebas dari bakteri. Dan ini akan melindungi hidung dari berbagai penyakit dan mencegah bakteri bergerak ke sistem pernafasan. Adapun ketika membasuk wajah akan membuat wajah tampak segar dan penuh vitalitas dan melindunginya dari kuman dan debu. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri,” (Al-Baqarah: 222).

http://1.bp.blogspot.com/-rl6h4bPDY8g/VXAkkaRhYSI/AAAAAAAABPc/hqXd091iPNI/s1600/6%2BManfaat%2BAir%2BWudhu%2Bsecara%2BPsikis%2B%2528Spiritual%2529.jpg

Berbagai studi lainnya juga menegaskan bahwa mencuci muka dapat membersihkan mata dari debu dan kuman.Dan melindunginya dari berbagai infeksi. Begitu pula dengan mencuci tangan akan menghapus sisa-sisa keringat yang terdapat di permukaan kulit dan membuka pori-pori kulit sehingga dapat bernapas dengan baik. Ditambah lagi dapat menghapus lemak dan minyak yang terdapat pada kulit wajah dan tangan oleh adanya sekresi kulit. Dan ini tercermin secara positif pada kondisi tubuh yang sehat, Nabi SAW bersabda:
إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ شَطْرُ الإِيْمَانِ
“Menyempurnakan wudhu adalah bagian dari Iman,” (HR Muslim).
Para Dokter juga mengatakan bahwa mencuci kaki dengan cara diusap dengan baik akan melindungi kulit dari infeksi dari kotoran kaki dan berbagai penyakit kulit yang terdapat di tempat itu. Begitupula dengan mencuci muka, tangan dan kaki dengan cara diusap pada bagian-bagian tersebut akan mampu merevitalisasi aliran darah di pembuluh darah, dan ini tercermin pada kondisi psikologis orang yang beriman sehingga dapat menambah ketentraman dan ketenangan, dan menyingkirkan berbagai penyakit emosi psikologis yang buruk. Nabi saw bersabda:
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ
“Barangsiapa berqudhu dengan baik maka akan keluarlah dosa-dosa dari tubuhnya sampai ada yang keluar dari bawah kukunya,” (HR Muslim).
Sebagaimana dikatakan al-hafizh bahwa berwudhu dalam syahadatnya dapat membuka pintu syurga bagi pelakunya.

Al-Hafizh Ibnu Rojab -rahimahullah- berkata, “Jika wudhu’ bersama dua kalimat syahadat mengharuskan terbukanya pintu surga, maka wudhu menjadi separuh iman kepada Allah dan Rasul-Nya menurut tinjauan ini.

Juga wudhu’ termasuk cabang-cabang keimanan yang tersembunyi yang tak akan dilazimi, kecuali seorang mukmin,” (Lihat Iqozhul Himam (hal. 329). Dengan demikian berwudhu sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk mendapatkan ridho Allah SWT.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Keajaiban ( hikmah ) sholat tahajud dan keutamaan shalat malam qiyamullail



Sholat tahajud (qiyamullail ) adalah shalat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. 

shalat tahajjud termasuk shalat malam yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh rasulullah SAW dan alloh SWT atau disebut sunnat mu'akad. 

Sholat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat sampai tidak terbatas


Sholat tahajjud  dapat dilakukan kapanpun pada malam hari. Namun waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir malam sekitar jam 2 - 3 dini hari.





Mengingat begitu dahsyatnya hikmah dan manfaat serta keajaiban sholat tahajud , banyak orang beriman dan taqwa yang melaksanakan sholat tahajud secara istiqomah dan rutin menjalankannya.

Sholat tahajud merupakan sarana ibadah yang memberikan ketenangan jiwa dalam keheningan dalam berdoa untuk memohon segala hajat dan  keinginan, keselamatan dunia dan akhirat  termasuk kesehatan, spiritual, materi dan lainnya.

Selain sholat tahajud ada shalat sunnat lainnya yang sama besar keutamaannya yaitu sholat Dhuha, yang dikerjakan pada waktu dhuha sekitar jam 8-10 pagi.

 

 Ada beberapa manfaat keutamaan shalat malam dan keajaiban ( hikmah ) sholat tahajud / qiyamullail


1. Orang yang shalat tahajud akan dibangkitkan Allah dalam di tempat yang terpuji.

Allah SWT Berfirman: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra: 79)

2. Orang yang shalat tahajud adalah orang yang disebut oleh Allah sebagai muhsinin dan berhak mendapatkan kebaikan dari-Nya serta rahmat-Nya.

Allah SWT Berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). (QS Az-Zariyah: 15-18)

3. Orang yang shalat tahajud dipuji Allah dan dimasukkan kedalam kelompok hamba-nya yang baik-baik.

Allah SWT Berfirman:

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS. Al-Furqan: 63-64)

4. Kepada Orang yang shalat tahajud, Allah bersaksi atas mereka bahwa mereka adalah orang yang beriman.

Allah SWT Berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni'mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As-Sajdah: 15-17)

5 Allah membedakan Orang yang shalat tahajud dengan yang tidak secara jelas dan bahwa mereka berbeda dengan lainnya

Allah SWT Berfirman:

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az-Zumar: 9)

6. Kepada Orang yang shalat tahajud, Rasulullah SAW mengatakan bahwa mereka pasti akan masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda:

Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, shalat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).
7. Shalat tahajjud itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan.

Rasulullah SAW bersabda kepada Salman al-Farisi:

"Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan." (HR. A-Tabarani dan Al-Hatsami).

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Mengenal Apa Itu Perbedaan Mani, Wadi dan Madzi




Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, mungkin sebagian di antara kita merasa asing dengan kata-kata yang terdapat pada judul di atas. Insya Allah kita semua telah paham mengenai mani. Namun, apa itu madzi ? dan apapula itu wadi ? Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama pembahasan mengenai ketiga hal ini beserta hukumnya masing-masing

Mani

Mani adalah cairan berwarna putih yang keluar memancar dari kemaluan, biasanya keluarnya cairan ini diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat. Mani dapat keluar dalam keadaan sadar (seperti karena berhubungan suami-istri) ataupun dalam keadaan tidur (biasa dikenal dengan sebutan “mimpi basah”). Keluarnya mani menyebabkan seseorang harus mandi besar / mandi junub. Hukum air mani adalah suci dan tidak najis ( berdasarkan pendapat yang terkuat).

 Apabila pakaian seseorang terkena air mani, maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut jika air maninya masih dalam keadaan basah. Adapun apabila air mani telah mengering, maka cukup dengan mengeriknya saja. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah, beliau berkata “Saya pernah mengerik mani yang sudah kering yang menempel pada pakaian Rasulullah dengan kuku saya.” (HR. Muslim)

Wadi

Wadi adalah air putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah kencing. Keluarnya air wadi dapat membatalkan wudhu. Wadi termasuk hal yang najis. Cara membersihkan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu jika hendak sholat. Apabila wadi terkena badan, maka cara membersihkannya adalah dengan dicuci.

http://1.bp.blogspot.com/_vscRP05WHzY/ShTPDQ7lzDI/AAAAAAAAANY/Cktif0Ws1q4/s400/kran+air.jpg

Madzi

Madzi adalah air yang keluar dari kemaluan, air ini bening dan lengket. Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang muncul ketika seseorang memikirkan atau membayangkan jima’ (hubungan seksual) atau ketika pasangan suami istri bercumbu rayu (biasa diistilahkan dengan foreplay/pemanasan).

Air madzi keluar dengan tidak memancar. Keluarnya air ini tidak menyebabkan seseorang menjadi lemas (tidak seperti keluarnya air mani, yang pada umumnya menyebabkan tubuh lemas) dan terkadang air ini keluar tanpa disadari (tidak terasa). Air madzi dapat terjadi pada laki-laki dan wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita. Sebagaimana air wadi, hukum air madzi adalah najis.

Apabila air madzi terkena pada tubuh, maka wajib mencuci tubuh yang terkena air madzi, adapun apabila air ini terkena pakaian, maka cukup dengan memercikkan air ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah terhadap seseorang yang pakaiannya terkena madzi, “cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan).

Keluarnya air madzi  membatalkan wudhu. Apabila air madzi keluar dari kemaluan seseorang, maka ia wajib mencuci kemaluannya dan berwudhu apabila hendak sholat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Cucilah kemaluannya, kemudian berwudhulah.” (HR. Bukhari Muslim)

Demikian yang dapat kami sampaikan dalam pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terakhir, kami tutup dengan firman Allah yang artinya, “Allah tidaklah malu dalam menjelaskan hal yang benar.” (QS. Al Ahzab: 53)

***

Penulis: Abu ‘Uzair Boris Tanesia

 


Sumber

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

YES MUSLIM

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top