Masuk Daftar 200 Muballigh Versi Kemenag, Ustadz Arifin Ilham: Habib Rizieq, UAS, UBN Lebih Layak


JAKARTA - Kementerian Agama RI merilis 200 daftar nama muballigh atau ustaz/ustazah untuk bisa dijadikan rujukan masyarakat untuk mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dilansir laman Kemenag.go.id, Jumat, 18 Mei 2018, tidak sembarang muballigh bisa direkomendasika kepada masyarakat. Setidaknya ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Link: https://kemenag.go.id/berita/read/507786/kemenag-rilis-daftar-200-nama-muballigh

Nama Ustadz Muhammad Arifin Ilham termasuk yang masuk dalam daftar, tapi nama-nama seperti Habib Rizieq Shihab, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Bachtiar Nasir, dll tidak masuk daftar.

Terkait hal tsb, pimpinan Majelis Az-Zikra ini memberi tanggapan dan mempertanyakan. Tanggapan ini juga ditujukan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Berikut seperti yang diposting di akun facebook Ustadz Arifin Ilham pagi ini, Senin (21/5/2018).

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

“Astagfirullahal adzhim minkulli dzanbin adzhim wa atuubu ilaihi”, sangat terkejut Arifin masuk daptar 200 mubalig versi Depag.

Umat Islam negeri ini sudah cerdas untuk menilai kiprah dan harakah para dainya. Tanpa diumumkanpun sudah bisa memilih milih mana juru da’wah yang mulia yg istiqomah berjuang untuk keberkahan negeri tercinta ini.

SubhanAllah sahabatku, mubalig yang tidak terdaptar tidak berarti tidak pantas or tidak
mulia, malah boleh jadi lebih baik, lebih mulia dari yang terdaptar, bagaimana mungkin seorang Arifin hanya mampunya ngajak zikir terdaptar sementara ayahanda Habib Rizieq Syihab seorang mujahid da’wah yang mulia, kanda ustadz Abdus Shomad yang mashur dengan keilmuan dan ketawadhuannya, bang Bahtiar Nasir doktor muda yang cerdas dan banyak lagi para dai yang lebih mulia tidak terdaptar padahal semuanya cinta NKRI Indonesia.

Sungguh walau demikian tetap dikomunikasikan dengan tabayyun dan musyawarah untuk mengetahui kebenaran, maksud, tujuan dan kreteria apa menilai seorang mubalig, dan mengapa hanya 200 dai, padahal ribuan para dai yang sangat sangat mulia yang tidak terkenal dan tidak mau terkenal dengan ikhlas berda’wah di pelosok pelosok negeri ini.

Semoga kanda DR Lukmanul Hakim tercinta, sebagai mentri agama kita berkenan membaca dan memahami rasa, hati dan keadaan para jura da’wah yang mulia untuk kebersamaan membangun keberkahan negeri tercinta ini.

SubhanAllah ingat para juru da’wah yang mulia yang Arifin cintai karena Allah, sungguh yang berhak menilai hakiki hanya Allah Yang Maha Tahu siapa juru da’wahNya yang sejati di muka bumi ini.

Duhai sahabat da’wahku tercinta karena Allah, IKHLASKAN diri dan tetaplah BERHUSNUZHZHON.

Yang terpenting kita tetap menjaga semangat DA’WAH, UKHUWAH dan berjuang untuk KEMASLAHAN UMAT dan NKRI tercinta ini.

Ayooo keep ISTIQOMAH BERDA’WAH dengan hikmah, sabar dan kasih sayang!

Sahabat da’wahmu

(Muhammad Arifin Ilham)




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Ustadz Somad Tak Masuk Daftar Kemenag, Komentar Dokter Ini Viral di FB

  Yes  Muslim  -  Tidak adanya nama Ustadz Abdul Somad dalam daftar 200 mubaligh yang direkomendasikan Kementerian Agama RI mendapatkan respon dari warganet.
Menanggapi hal itu, seorang netizen yang jika dilihat melalui profil facebooknya berprofesi sebagai dokter ini turut berkomentar melalui akun facebooknya.
Komentarnya pun tersebut menjadi viral di dunia maya.
Berikut komentarnya:
“Orang Yang sedang ceramah dengan jutaan viewer di YouTube dan selalu di hadiri ribuan ummat ini, oleh pemerintah tidak direkomendasikan sebagai muballigh…

Wajar kah seandainya nanti jutaan viewer dan ribuan orang Yang hadir ini juga tidak merekomendasikan pemerintah sekarang untuk dipilih lagi 2019?” kata dokter muda bernama Omat R Hasbullah beberapa waktu yang lalu.
Hingga saat ini, postingannya tersebut telah disukai lebih dari 2000 orang dan telah dibagikan lebih dari 9000 orang.
Sebelumnya, Kemenag RI merilis 200 mubaligh yang direkomendasikan. Diantara nama yang masuk daftar adalah dai kondang Aa Gym, KH Muhammad Arifin Ilham, KH Didin Hafidhuddin, dan nama lainnya.
Beberapa dai tenar dan dinilai punya kapasitas yang tidak masuk ke dalam daftar, antara lain Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad Lc MA, Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Hanan Attaki, dan lainnya.
Menteri Agama Lukman Saifuddin sendiri menerangkan, daftar 200 mubaligh ini akan bersifat dinamis dan akan terus diperbarui.
“Para mubaligh yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut. Artinya, data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi.” kata Lukman seperti dilansir Republika, Jum’at (18/5/18).(kl/gelora)






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

"Tidak Sah Sholat Kamu, Tidak Pakai Mukena!"




  Yes  Muslim  - "Tidak sah sholat  kamu!"

"Kenapa?"

"Kamu tidak memakai mukena!"

Duh!

Bagi kebanyakan wanita muslimah di Indonesia, mukena punya posisi penting. Bukan saja sekedar dijadikan pakaian shalat, bahkan malah dianggap shalat itu tidak sah kalau tidak pakai mukena.

Selain untuk dikenakan shalat,  mukena juga sering dijadikan maskawin atau mahar. Entah siapa yang memulai kebiasaan ini, yang jelas kita sering dengar mukena disebut-sebut dalam lafadz ijab qabul. Mungkin bahasanya bukan mukena tetapi seperangkat alat shalat.  Kalaulah tidak menjadi maskawin, setidaknya mukena tetap ada di dalam salah satu parcel hantaran.
A. Haruskah Pakai Mukena Ketika Shalat?

Mengingat begitu sakral penggunaan mukena dalam shalat bagi kaum hawa, serigkali orang beranggapan bahwa syarat sah shalat itu harus pakai mukena.

Padahal kalau kita usut lebih jauh ke dalam kajian fiqih, sebenarnya yang menjadikan titik poin sah dan tidaknya shalat adalah menutup aurat.  Kebetulan mukena memang dapat menutup aurat wanita juga.

Namun pakaian yang menutup aurat wanita tentu saja tidak harus selalu dalam bentuk mukena. Sebab syariat Islam pada dasarnya tidak menetapkan model, bentuk, potongan, corak atau warna tertentu dalam berpakaian atau menutup aurat.

Pakaian model mukena ini memang memenuhi syarat dalam hal menutup aurat. Tetapi bukan berarti menjadi satu-satunya pakaian yang memenuhi syarat dalam menutup aurat. Jangan sampai shalat ditinggalkan cuma gara-gara tidak ada mukena. Sebab yang jadi ukuran adalah urusan menutup auratnya, bukan mukenanya.

Para wanita di negeri Arab sana malah sama sekali tidak pernah shalat pakai mukena. Mereka menggunakan abaya, yaitu sejenis pakaian khas wanita yang menutupi seluruh tubuh juga. Tetapi model, potongan dan coraknya tidak seperti mukena. Dan yang paling membedakannya adalah warnanya yang hitam legam.

Ini sangat jauh berbeda dengan mukena khas bangsa kita yang umumnya berwarna putih. Walau pun saat ini mulai berkembang mukena dengan beragam warna dan motif, tetapi umumnya tetap dominan warna putih.

B. Batasan Aurat Wanita

Jika demikian pembahasan selanjutnya adalah tentang aurat wanita, bagian mana sajakah yang termasuk aurat wanita dalam shalat?

Berdasarkan hadist berikut :

عن عائشة قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تقبل صلاة الحائض إلا بخمار

Dari Aisyah : Rasulullah bersabda : tidak diterima shalat seorang wanita yang sudah mengalami haidh (wanita dewasa), kecuali mengenakan baju yang menutup aurat ( HR. Ibnu Majah, Abu Daud)

Dan kategori yang dimaksud menutup aurat adalah semua bagian badan kecuali wajah dan telapak tangan. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa shalat wanita tidak harus mengenakan mukena tetapi cukup dengan memakai busana syar’i lengkap dengan jilbabnya, yang sudah menutup semua bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan,


tidak ketat dan tidak transparan.

Busana syar’i yang bisa menggantikan kedudukan mukena dalam shalat pastinya tidak selebar mukena yang jelas-jelas menutupi bagian tangan seluruhnya atau pada bagian muka yang sudah didesaign khusus.

C. Terbuka Aurat di Tengah Shalat

Bagaimana kemudian jika dipertengahan shalat auratnya terbuka karena tiupan angin atau karena gerakan dalam shalat (tidak sengaja), apakah membatalkan shalat?

Menyikapi hal tersebut para ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat bahwa shalatnya tetap sah, dan sebagian lain mengatakan bahwa shalatnya harus diulang. Mengingat bahwa shalat termasuk amalan ibadah yang pertama kali dihisab sehingga tidak boleh disepelekan begitu saja.

1. Pendapat Pertama

Dari kalangan Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah menjelaskan bahwa terbukanya aurat dipertengahan shalat karena tidak sengaja, tidak membatalkan shalat. Karena hal itu dimaafkan, Al-Hanabilah menambahkan baik aurat yang terlihat hanya sedikit tetapi dengan waktu yang lama atau aurat yang terbuka cukup lebar tetapi hanya sebentar.

Jika Al-Hanabilah berpandangan secara mutlak sama sekali tidak membatalkan shalat kecuali jika aurat yang terbuka lebar dengan waktu yang lama, lain halnya dari kalangan Al-Hanafiyah yang cukup detail menerangkan hal ini dari para ulama masyhur di kalangannya.

Dari kalangan Al-Hanafiyah menyebutkan jika seperempat dari bagian auratnya terbuka selama satu rukun akan membatalkan shalat. Yang dimaksud satu rukun disini adalah semisal selama ruku’ auratnya terbuka, maka batal shalatnya atau dalam gerakan shalat lainnya. Abu Yusuf menambahkan yang termasuk rukun juga sunah-sunah dalam shalat. Sedangkan Muhammad mengartikan rukun itu hanya gerakan atau ucapan dalam shalat yang wajib saja tidak termasuk sunah-sunah shalat didalamnya.

2. Pendapat Kedua

Al-Malikiyah dan As-syafi’iyah berpendapat bahwa jika aurat terbuka dipertangahan shalat, maka hal tersebut membatalkan shalat. Pandangan pendapat kedua ini ada beberapa pengecualian dalam beberapa keadaan :

Al-Malikiyah tidak mengkategorikan batal shalat seseorang jika bagian sangat sedikit dari aurat terbuka dalam pelaksanaan shalatnya tanpa disengaja, meski dalam rentan waktu cukup lama.

An-Nawawi dari kalangan As-Syafi’iyah mengecualikan jika dalam shalat terbuka auratnya dan pada saat itu juga menutupinya kembali, maka yang seperti ini tidak sampai membatalkan shalatnya. Hal yang penting juga perlu dibahas dalam permasalahan ini adalah tentang batasan tangan yang sudah dikategorikan bagian yang tidak perlu ditutup saat shalat.

D. Punggung Tangan, Temasuk Aurat Dalam Shalat?

Jumur ulama umumnya seperti ulama mazhab Al-Hanafiyah, As-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa bahwa punggung tangan bukan termasuk aurat dalam shalat.

Alasannya karena bagian tersebut masih termasuk bagian tapak tangan (kaffain)secara keseluruhan seperti halnya wajah.Maka tapak tangan hingga pergelangan memang bukan aurat, sehingga tidak mengapa bila terlihat meski di dalam shalat sekalipun.

Namun memang ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa punggung tangan termasuk aurat dalam shalat bagi kaum hawa.Tetapi bukan merupakan pendapat mayoritas ulama.

Wa Allahu a’lam.


http://www.rumahfiqih.com/fikrah/x.php?id=240&=wajibkah-wanita-mengenakan-mukena-ketika-shalat




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Istri Polisi Bercadar, Istri Bupati Bercadar, Pilot Bercadar, Dokter Inspiratif Bercadar, Kok Kampus Islam Melarang?


Istri polisi bercadar, pilot bercadar, dokter inspiratif bercadar, istri pejabat bercadar, ilmuwan bercadar...kok kampus ber label Islam malah
melarang..???

Bahkan yang Super Ngawur dan Super Parah cadar dikaitkan dengan radikalisme !!

Yuukk viralkan mereka yang peduli syariat..!!

[Video - Dokter Bercadar ini Jadi Dokter Inspiratif dengan Aksi Kemanusiaannya]



[Video - Masuk Guinness, Inilah Shahnaz Laghari, Pilot Perempuan Pertama yang Bercadar]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Menag Seharusnya Merangkul, BUKAN Malah Mengkotak-kotakan


1) Rilis 200 nama penceramah atau mubaligh yang direkomendasikan oleh Kemenag, dikhawatirkan hanya akan menguatkan segregasi (pemisahan) yang ada di tengah masyarakat.

2) Di tengah pluralitas pemahaman dan keyakinan keagamaan yang ada di tengah masyarakat Muslim Indonesia, @Kemenag_RI mestinya bisa menjadi moderator yang bijak.

3) Mengeluarkan daftar 200 nama penceramah yang direkomendasikan dari 200 juta populasi penduduk Muslim bukanlah sebuah kibajakan yang mudah diterima. Kebijakan semacam itu cacat secara metodik.

4) Jangankan untuk level Indonesia, di Jakarta saja, yang memiliki ribuan masjid, mushola, dan majlis taklim, ada ribuan ustad dan mubaligh di sana.

5) Katakanlah jumlah mubaligh atau ulama itu sekitar 5 persen dari populasi Muslim yang 200 juta, maka jumlahnya ada sekitar 10 juta orang. Bagaimana bisa @Kemenag_RI mengeluarkan rilis 200 nama dari 10 juta orang tadi? Bagaimana menyaringnya?

6) Makanya jangan salahkan jika kemudian publik mencurigai rilis daftar penceramah itu sebagai bagian dari sensor terhadap para penceramah atau ulama yang tak sehaluan dengan pemerintah.

7) Apalagi dalam daftar itu tidak tercantum
sejumlah nama mubaligh terkemuka yang dikenal kritis terhadap pemerintah. Kebijakan semacam ini hanya akan kian mengeraskan segregasi yang ada di tengah masyarakat saja.

8) Jika pemerintah ingin membidik penceramah yang menyusupkan paham-paham radikalisme atau intoleransi dalam ceramahnya, mestinya yang bersangkutan dibidik saja langsung menggunakan perangkat hukum yang berlaku.

9) Tetapi, jerat hukum semacam itupun mestinya juga menjadi pilihan terakhir yang diambil oleh pemerintah. Pilihan pertama mestinya tetap pada bagaimana merangkul dan membangun dialog.

10) Jangan sampai muncul kesan bahwa semua pihak yang berseberangan dengan pemerintah kemudian dianggap sebagai radikal dan intoleran.

11) Framing semacam itu berbahaya, karena akan memperuncing konflik, dan bukannya membangun dialog, rekonsiliasi dan saling pengertian.

12) Kita saat ini sedang berdiri di ambang krisis ekonomi. Semua celah yang bisa memicu terjadinya konflik sebaiknya segera kita tutup, dan bukannya malah kita eksploitasi.

13) Lagi pula, kita sudah punya Majelis Ulama Indonesia (MUI), punya Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan sejumlah organisasi yang bisa dimintai tolong untuk membendung diseminasi paham-paham radikal dan intoleran di tengah ummat.

14) Urusan-urusan semacam ini sebaiknya didialogkan kepada lembaga-lembaga itu saja, karena @Kemenag_RI bagaimanpun harus bisa berdiri di atas semua golongan dan kepentingan. Jangan sampai Kemenag terjebak pada kepentingan politik jangka pendek pemerintah.

Ahad, 20 Mei 2018

Fadli Zon
(Wakil Ketua DPR RI)

___
Sumber: twit @fadlizon




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Hasil KTT OKI Istanbul: Kirim Pasukan Internasional Untuk Lindungi Warga Palestina

  Yes  Muslim  -  ISTANBUL - Kesimpulan akhir KTT OKI yang digelar di Istanbul 18-19 Mei 2018 menuntut lembaga internasional mengambil langkah yang sesuai, guna membentuk komite investigasi internasional seputar kejahatan Israel di perbatasan Gaza, dan mengirimkan kekuatan internasional untuk melindungi warga Palestina.






KTT Istanbul meminta Sekjen OKI untuk segera bergerak membentuk komite ahli internasional independen untuk melakukan investigasi kejahatan dan pembantaian yang dilakukan pasukan Israel terhadap demonstran damai di Gaza, dan menetapkan tanggung jawab pidana bagi otoritas Israel, dan merekomendasikan hasil komite kepada lembaga internasional terkait.







Video saat Presiden Erdogan dan istri tiba di Yenikapi Square Istanbul untuk ikut serta dalam perkumpulan massa yang dinamakan "laknat terhadap kedzaliman dan dukungan untuk Al-Quds" sebagai dukungan untuk Palestina yang terjajah dan kecaman untuk pembantaian demonstran di Gaza.
Video: TRT Alarabiya



Rekomendasi KTT OKI menyerukan kepada DK PBB dan Majlis Umum PBB serta Dewan HAM PBB untuk menunaikan tanggung jawab terkait pembentukan komite investigasi seputar kejahatan Israel di Gaza, dan mendesak segenap negara untuk mendorong lembaga PBB menunaikan tugas secepatnya.

Rekomendasi juga menyerukan untuk memberikan perlindungan internasional bagi bangsa Palestina, dengan mengirimkan pasukan perlindungan internasional.

KTT OKI berencana membuat langkah politik dan ekonomi terhadap negara-negara yang mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel.

KTT mengapresiasi peran Kuwait dan sikap cepatnya terhadap peristiwa berdarah di Gaza, dan seruannya menggelar pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

OKI menyambut baik usulan Kuwat terkait proposal perlindungan bagi rakyat sipil Palestina di DK PBB.

KTT menuding Israel sebagai pihak yang harus bertanggung jawab penuh atas aksi brutal terhadap warga Palestina, yang menewaskan 60 orang pada 14 Mei lalu, dan melukai sekitar 2700 warga sipil.

Dengan ungkapan keras, KTT mengutuk tindakan brutal yang dilancarkan pasukan Israel terhadap rakyat sipil Palestina, yang tengah menunaikan haknya berdemo damai menentang Israel yang melanggar HAM dan hukum.

OKI menegaskan pentingnya kerjasama dengan Liga Arab, Uni Eropa, Persatuan Afrika, organisasi regional dan internasional, seputar perkembangan terakhir di al-Quds dan wilayah Palestina.

Ditegaskan KTT bahwa al-Quds merupakan ibukota abadi Palestina, dan peresmian kedubes AS disana tak boleh mengubah status hukum, dan tidak boleh dilakukan penyatuan kota oleh pasukan Israel.

Juga ditegaskan penolakan terhadap keputusan illegal Trump yang mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel, dan menganggapnya batal demi hukum.

Keputusan Trump memindahkan kedubes AS  dan mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel, sebagai pelanggaran terhadap resolusi internasional, serangan terhadap hak-hak sejarah, hukum dan nasional Palestina, menghambat inisiatif perdamaian dan mengancam pedamaian dan keamanan dua negara.

KTT menyeru Amerika untuk bersikap netral, sebagai inisiator perdamaian dengan solusi dua negara, dan putusan PBB terkait, serta inisiatif perdamaian Arab.

Sebagai penutup, KTT Istanbul menegaskan bahwa Israel melakukan kejahatan brutal karena dukungan Amerika.

Istambul menjadi tuan rumah KTT Darurat OKI, yang digagas Turki sebagai ketua OKI saat ini, disebabkan pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds, dan jatuhnya korban gugur dalam pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza. (PIP)




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

KH. Anwar Sanusi Tolak Masuk Daftar 200 Muballigh Versi Kemenag, Pengkotakan Da'i Sangat Berbahaya


Penolakan terhadap Daftar 200 Muballigh yang baru saja dirilis oleh Kementerian Agama makin bertambah. Sebelumnya Ustadz Yusuf Mansur dan Ustadz Fahmi Salim.

Begitupula dengan Wakil Ketua Majelis Syuro Badan Koordinasi Mubaligh seluruh Indonesia (Bakomubin), KH Anwar Sanusi menyampaikan dirinya minta dikeluarkan dari Daftar 200 Muballigh karena dinilai memecah belah.

"BLUNDER DEPAG: Jangan sampai ada da'i pemerintah dan da'i non pemerintah, itu sangat berbahaya. Untuk sementara silahkan Depag mencoret nama saya dari daftar, tidak nyaman," demikian disampaikan KH Anwar Sanusi yang juga Pimpinan Pesantren Modern Lembah Arafah, Kabupaten Bogor ini melalui akun facebooknya, Sabtu (19/5/2018).


Sebelumnya, pada Jumat (18/5), Kementerian Agama RI merilis 200 daftar nama muballigh atau ustaz/ustazah untuk bisa dijadikan rujukan masyarakat untuk mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, tidak sembarang muballigh bisa direkomendasika kepada masyarakat. Setidaknya ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Daftar 200 Muballigh versi Kemenag ini menimbulkan polemik luas. Terlebih nama-nama ulama/ustadz yang selama ini dikenal kerap mengkritisi pemerintah tidak masuk daftar.

Nama KH Anwar Sanusi masuk daftar urutan 43 (sesuai abjad).

Simak daftar 200 nama muballigh yang dirilis Kementerian Agama di tautan ini.

Penolakan KH Anwar Sanusi ini mendapat dukungan luas dari publik.

style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> 

Sumber: fb (https://www.facebook.com/kh.sanusi/posts/10211837713915348)



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

YES MUSLIM - Portal Muslim Terupdate !

Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top