Belajar dari Kerendahan Hati Dari Ulama Besar Syaikh Shalih Al Fauzan



Syaikh Shalih Al Fauzan (kanan) sedang bersalaman dengan rektor Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh KSA

Syaikh Shalih Al Fauzan (kanan) sedang bersalaman dengan rektor Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh KSA


Oleh: Ustadz Erwin Priyatno, Lc*

Ulama adalah pewaris nabi, demikian dalam hadits disebutkan. Dikatakan demikian karena ulama meneruskan tugas yang pernah dilakukan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Para ulama adalah orang yang paling hati-hati dalam berbicara, hal ini karena mereka tahu apa yang diucapkan akan diminta pertanggung jawabannya pada hari kiamat kelak.

Dalam berfatwa, para ulama juga tidak sembarang berucap. Bahkan imam Malik dahulu pernah ditanya puluhan pertanyaan tetapi kebanyakan dijawab dengan ucapan  “aku tidak tahu”, hanya sedikit yang beliau jawab. Selain karena khawatir menjawab sesuatu yang salah maka lebih baik berterus terang untuk mengakui ketidak tahuannya. Para ulama mengatakan, kalimat “aku tidak tahu” adalah separuh dari ilmu.

Pada hari Senin (12/10/2015) dalam sebuah kajian kitab Umdatul Fikih di masjid Al Amir Mut’ib bin Abdul Aziz di kota Riyadh, seorang ulama besar Arab Saudi, Syaikh Shalih Al Fauzan ditanya oleh seorang jamaah yang hadir dengan sebuah pertanyaan:

“Di negeri kami, ada peraturan pemerintah yang melarang seorang wali menikahkan putrinya yang berusia dibawah 18 tahun. Seandainya wali tersebut pergi ke pengacara atau petugas yang bisa memalsukan umur putrinya, bagaimana hukumnya?.”

Syaikh Shalih Al Fauzan menjawab: “Saya tidak tau persis kondisi yang terjadi di negeri tersebut, hendaknya pertanyaan seperti ini ditanyakan kepada ulama setempat karena mereka lebih tahu tentang masalahnya.”

Kemudian ada penanya lainnya yang menanyakan kepada beliau dengan pertanyaan:

“Bagaimana hukum jual beli di internet yang terkadang barang tersedia di tangan penjual dan tidak jarang pula belum berada di tangannya?”

Syaikh Shaieh Al Fauzan menjawab: “Hendaknya pertanyaan ini diajukan kepada lembaga-lembaga ilmiyah, majami’ fiqhiyyah dan semisalnya.”

Subhananllah. Inilah ketawadhu’an seorang ulama. Syaikh Shalih Al Fauzan, seorang ulama besar yang cukup dikenal di Arab Saudi bahkan dunia, memberikan jawaban “tidak tahu” terhadap suatu masalah yang dianggap sangat penting oleh penanya.



Dari kejadian ini dapat diambil hikmah dan pelajaran, yaitu:

Pertama, tidak semua pertanyaan harus dijawab oleh seorang pengajar atau orang alim, apalagi pertanyaan tersebut sifatnya fatwa yang berkaitan dengan keadaan di suatu daerah tertentu yang diluar pengetahuan sang alim.

Kedua, ini salah satu bukti  kerendahan hati beliau.

Ketiga, kehati-hatian seorang alim dalam berfatwa.

Keempat, hendaknya pertanyaan yg bersifat khusus seperti itu ditanyakan terlebih dahulu kepada ulama setempat karena mereka lebih tahu tentang keadaan yg terjadi, sebagaimana orang Arab mengatakan “Warga Madinah lebih mengetahui jalannya sendiri.”

Kelima, fatwa seorang alim dalam satu masalah bisa berbeda-beda jawabannya, karena ketika dia berfatwa memperhatikan keadaan sang penanya, hal-hal yg meliputinya, keadaan negeri sang penanya dan lain-lain. Karena bisa jadi satu pertanyaan yang sama diajukan kepada seorang alim tapi jawabannya berbeda-beda.
Keenam, pentingnya mempelajari ushul fiqh (adabul mufti wal mustafti), supaya kita lebih berhati-hati dalam berfatwa.

*Penulis adalah mahasiswa S2 Jurusan fiqih dan ushul fiqih di King Saud University Riyadh KSA

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Ketika Abdurrahman bin ‘Auf Menangis Karena Kaya




Ada yang menangis karena kaya, yaitu ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Cuma karena kekayaannya yang dimiliki, ia menangis. Kenapa bisa?

Menangis Karena Kaya

Dari Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia bercerita,

أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ – رضى الله عنه – أُتِىَ بِطَعَامٍ وَكَانَ صَائِمًا فَقَالَ قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، كُفِّنَ فِى بُرْدَةٍ ، إِنْ غُطِّىَ رَأْسُهُ بَدَتْ رِجْلاَهُ ، وَإِنْ غُطِّىَ رِجْلاَهُ بَدَا رَأْسُهُ – وَأُرَاهُ قَالَ – وَقُتِلَ حَمْزَةُ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، ثُمَّ بُسِطَ لَنَا مِنَ الدُّنْيَا مَا بُسِطَ – أَوْ قَالَ أُعْطِينَا مِنَ الدُّنْيَا مَا أُعْطِينَا – وَقَدْ خَشِينَا أَنْ تَكُونَ حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا ، ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِى حَتَّى تَرَكَ الطَّعَامَ

“Suatu saat pernah dihidangkan makanan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu. Tetapi waktu itu ia sedang berpuasa. ‘Abdurrahman ketika itu berkata, “Mush’ab bin ‘Umair adalah orang yang lebih baik dariku. Ia meninggal dunia dalam keadaan mengenakan selimut yang terbuat dari bulu. Apabila kepalanya ditutup, maka terbukalah kakinya. Jika kakinya ditutup lebih baik dariku. Ketika ia terbunuh di dalam peperangan, kain yang mengafaninya hanyalah sepotong, maka tampaklah kepalanya. Begitu pula Hamzah demikian adanya, ia pun lebih baik dariku. Sedangkan kami diberi kekayaan dunia yang banyak.” Atau ia berkata, “Kami telah diberi kekayaan dunia yang sebanyak-banyaknya. Kami khawatir, jikalau kebaikan kami telas dibalas dengan kekayaan ini.” Kemudian ia terus menangis dan meninggalkan makanan itu.” (HR. Bukhari, no. 1275)

Hadits di atas disebutkan dalam Riyadh Ash-Shalihin no. 454 pada judul Bab “Keutamaan Menangis Karena Takut pada Allah Ta’ala dan Rindu pada-Nya”.

Kisah ‘Abdurrahman bin ‘Auf dengan Kekayaannya

‘Abdurrahman bin ‘Auf adalah di antara sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga. Beliau juga termasuk di antara enam sahabat yang dijadikan oleh Umar untuk khilafah. ‘Abdurrahman juga adalah di antara sahabat yang mengikuti perang Badar yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ، فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ

Lakukanlah apa yang kalian mau, Allah benar-benar telah mengampuni kalian.” (HR. Bukhari, no. 3007 dan Muslim, no. 2494)

‘Abdurrahman juga termasuk sahabat yang mengikuti Baiatur Ridwan yang disebutkan oleh Allah,

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.” (QS. Al-Fath: 18)

Beberapa peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula diikuti oleh ‘Abdurrahman bin ‘Auf.

‘Abdurrahman termasuk orang yang kaya yang rajin bersyukur. Kekayaannya begitu banyak sampai ia tinggalkan ketika meninggal dunia adalah 1000 unta, 3000 kambing, dan 100 kuda. Semuanya digembalangkan di Baqi’, daerah pekuburan saat ini dekat Masjid Nabawi. Beliau memiliki lahan pertanian di Al-Jurf dan ada 20 hewan yang menyiramkan air di lahan tersebut. Artinya, begitu luasnya lahan pertanian yang dimiliki oleh ‘Abdurrahman.


Pelajaran dari Tangisan ‘Abdurrahman bin ‘Auf

Apa yang disebutkan dalam hadits menunjukkan bahwa hendaknya kita menghiasi diri kita dengan sifat tawadhu’. ‘Abdurrahman bin ‘Auf menganggap lainnya lebih baik darinya. Ia menganggap Mush’ab bin ‘Umair dan Hamzah itu lebih baik. Itu tanda bahwa beliau adalah orang yang tawadhu’ atau rendah hati.

Keadaan dua orang sahabat tersebut menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang tidak rakus dan begitu zuhud pada dunia. Lihat saja keadaan ketika mereka meninggal dunia, kain kafan pun kurang. Tidak seperti kita-kita yang begitu rakus dan tak pernah letih mengejar dunia. Padahal kekayaan tidak dibawa mati. Yang menemani kita saat di alam kubur justru adalah amalan kita.

Lalu apa yang disedihkan oleh ‘Abdurrahman bin ‘Auf?

Ia sedih jika saja balasan untuk amalan shalihnya disegerakan di dunia dengan kekayaan yang ia peroleh saat itu. Itulah yang beliau takutkan.

Sedangkan kita saat ini, begitu sombong dengan dunia yang kita miliki dan senang untuk memamerkan. Kita malah tak mungkin menangis seperti ‘Abdurrahman bin ‘Auf karena kekayaan yang kita peroleh.

Ibnu Hajar menyatakan, “Hadits ini mengandung pelajaran tentang keutamaan hidup zuhud. Juga ada anjuran bahwa orang yang bagus agamanya hendaknya tidak berlomba-lomba dalam memperbanyak harta karena hal itu akan membuat kebaikannya berkurang. Itulah yang diisyaratkan oleh ‘Abdurrahman bin ‘Auf bahwa beliau khawatir karena kekayaan melimpah yang ia miliki, itulah yang menyebabkan Allah segerakan baginya kebaikan di dunia (sedang di akhirat tidak mendapat apa-apa, pen.).” (Fath Al-Bari, 7: 410)

Ada nasihat dari Ibnu Hubairah, “Jika Allah memberikan karunia limpahan harta pada seorang mukmin, dianjurkan baginya untuk mengingat susahnya hidup orang-orang mukmin sebelum dia.” (Al-Ifshah ‘an Ma’ani Ash-Shahah, 1: 301, dinukil dari Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 7: 180).

Referensi:

Kunuz Ar-Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, tahun 1430 H. Rais Al-Fariq Al-‘Ilmi: Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin ‘Abdurrahman Al-‘Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isybiliya.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Kisah Keteladan Umar Bin khattab dalam Kasus Penggusuran Lahan


Teladan Umar dalam Kasus Penggusuran Lahan

KETIKA jumlah umat Islam semakin banyak di masa Umar bin Khattab, masjid pun kian sempit. Untuk memperluasnya, beliau berinisiatif membeli tanah di sekeliling masjid, selain rumah Abbas dan kamar istri Nabi Shallallahu `alaihi Wasallam.

Umar bertanya kepada Abbas, “Wahai Abu Fadhl, masjid umat Islam sudah sedemikian sesak. Aku sudah membeli rumah di sekelilingnya untuk perluasan masjid, kecuali rumahmu dan istri-istri Nabi. Kalau rumah istri nabi, jelas tidak bisa. Sedangkan rumahmu, (kalau engkau berkenan) juallah kepadaku agar aku bisa memperluas masjid mereka!”

Dengan berat hati Abbas menjawab, “Aku tidak bisa memenuhi keinginanmu.” Umar pun menimpalinya, “Kamu boleh memilih tiga opsi. Pertama, kamu bisa menjualnya dengan harga sesuai dengan yang diinginkan, nanti akan diambilkan dana dari Baitul Maal milik umat Islam. Kedua, bangunan dan tanah akan diganti sesuai dengan kota yang kau kehendaki yang diambil dari dana Baitul Maal. Ketiga, kamu sedekahkan rumahmu untuk perluasan masjid.”

Abbas tetap pada pendirannya, “Aku tidak memilih satu opsi pun.” Umar kembali menganggapi, “Pilihlah orang yang engkau kehendaki untuk memutuskan masalah antara aku dan kamu!” Abbas pun menjawab, “Ubay bin Ka`ab.”

Akhirnya, mereka berdua pergi menemui Ubay bin Ka’ab kemudian menceritakan problem yang sedang dihadapi.

Dengan sangat bijak Ubay memecahkan solusi. “Maukah kalian berdua aku ceritakan hadits yang pernah aku dengar langsung dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam?” “Baik, silahkan!” jawab keduanya.
Sahabat yang dikenal sebagai ahli Qur`an dan penulis wahyu ini pun melanjutkan, “Aku pernah mendengar Nabi bersabada, “Sesungguhnya Allah pernah mewahyukan kepada Daud: “Buatlah untukku rumah agar Aku diingat di dalamnya!”

Lalu Daud mulai merancang batas pembangunan masjid. Ternyata garis yang dicanangkan mengenai rumah salah seorang dari Bani Israil. Nabi Daud `alaihissalam pun memintanya agar sudi menjual tanah beserta rumahnya. Orang itu menolak permintaannya. Sempat terlintas pada benak Daud untuk mengambilnya (secara paksa).

Allah tak membiarkan Daud melakukan perbuatan itu, kemudia Ia mewahyukan, “Wahai Daud, Aku memberi mandat kepadamu untuk membuat rumah ibadah agar Aku diingat, sedangkan kamu hendak memasukkan dalam rumahku gashab (sesuatu yang diambil secara paksa). Merampas tanah, bukanlah perintahku. Sebagai sanksi atasmu, maka kamu tidak boleh membangunnya.” Daud berkata, “Wahai Tuhanku, demikian juga anakku?” “Demikian juga anakmu.”

Umar pun memegang baju Ubay dengan kedua genggam tangannya seraya berkata, “Aku datang membawa persoalan yang hendak diselesaikan, sedangkan kamu malah membuatnya semakin parah.” Akhirnya Umar membawanya menuju halaqah (lingkaran) para sahabat, kemudian mengklarifikasi riwayat Ubay bin Ka`ab. Waktu itu, di antaranya ada Abu Dzar al-Ghifari. Ternyata, Abu Dzar membenarkan riwayat itu, demikian juga sahabat-sahabat lainnya. Kemudian Umar melepaskan Ubay.

Merasa tidak terima dengan perlakuan Umar, Ubay pun mencoba membela diri, “Wahai Umar apakah engkau menuduhku memalsu hadits Rasulullah?” Beliau menjawab, “Demi Allah, sama sekali tidak demikian wahai Abu Mundzir. Aku hanya khawatir periwayatan hadits dari Rasulullah menyebar begitu saja tanpa ada klarifikasi.

Singkat cerita, Umar berkata kepada Abbas, “Silahkan pergi aku tidak akan mengusik rumahmu.”
Dengan elegan dan bijak Abbas menyahutinya, “Jika engkau melakukan demikian, maka aku sedekahkan rumah dan lahan kepunyaanku untuk perluasan masjid umat Islam. Tapi kalau engkau memusuhiku, maka aku tak mau.” Kemudian Umar membangunkan rumah sebagai ganti untuknya dari biaya Baitul Mâl. (Ibnu Sa`ad, al-Thabaqôtu al-Kubrâ, 4/15).

https://sentika.files.wordpress.com/2012/01/umar-khalifah.jpg

Bijak menjadi Pemimpin

Dari kisah ini ada pelajaran yang luar biasa baik bagi pemimpin mau pun yang dipimpin. Bagi yang dipimpin misalnya –dalam hal ini Umar- ketika menetapkan kebijakan publik, terkait perluasan masjid, ada beberapa tahap yang harus dilaluinya.

Pertama, mempunyai tujuan yang kongkrit berdasarkan kebutuhan riil yang sedang dibutuhkan umat. Melihat masjid yang semakin tidak muat, Umar menginisiasi perluasan masjid. Ini berarti, Umar mengeluarkan kebijakan ini bukan untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu, tapi untuk kemaslahatan sosial bagi Umat.

Kedua, melakukan dialog dan negoisasi dengan pihak yang akan digusur tanahnya demi perluasan masjid. Sebagai Kepala Negara, beliau tidak menyalahgunakan wewenanganya dengan melakukan tindakan otoriter. Beliau tetap mengupayakan dialog dan nego dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, ketika dialog buntu, pemimpin adil yang berjuluk al-Fârûq ini juga tidak geram, tapi mau menempuh jalur hukum. Terbukti, ketika itu beliau menerima Ubay bin Ka`ab sebagai hakim yang memutuskan perkara ini.

Keempat, dalam persidangan, beliau sempat mengkroscek data yang dibeberkan Ubay, namun setelah terbukti bahwa kebenaran ada di pihak Abbas, maka beliau segera taat hukum. Akhirnya, dengan legowo ia menerima keputusan hakim.

Kelima, ketika Ibnu Abbas menyedekahkan rumah beserta hannya, Umar pun tak sekedar menerima, tetapi membangun kembali rumahnya di tanah lain. Jadi di sini Umar memberikan teladan baik, bukan saja mengeksekusi tanah warganya, tetapi juga memberi solusi dengan cara memberi ganti yang layak kepada pihak yang digusur tanahnya.

Bagi pihak yang dipimpin, dalam hal ini Abbas, juga mencontohkan hal yang baik. Paman Rasul ini tidak menerima mentah-mentah kebijakan pemimpin tetapi melalui tahapan yang cukup baik untuk diteladani. Pertama, mengapresiasi kebijakan pemimpin. Kedua, bersedia melakukan dialog dan negoisasi. Ketiga, menguji sejauh mana maslahat kebijakan pemimpin bagi kepentingan publik. Keempat, tak segan-segan menggunakan jalur hukum bila memang merasa tidak puas dengan kebijakan. Kelima, pada akhirnya, ketika dia yakin bahwa kebijakan murni untuk kepentingan publik, maka dia dengan suka hati menyedekahkan tanahnya.

Peristiwa antara Umar dan Abbas ini merupakan teladan yang patut dijadikan acuan antara pemimpin dan yang dipimpin, yang dalam hal ini terkait masalah penggusuran.

Dengan akhlak mulia dan hukum yang disepakati bersama, keduanya sama-sama ikhlas dalam menjalankan harmoni selama itu untuk kemaslahatan umat dan tidak bertentangan dengan syariat. Kehidupan bernegara pun menjadi tenang, aman, sentausa, tentram dan dan sejahtera. Wallahu a`lam bi al-Shawab.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Sudah sekian lama kami berdoa tapi tidak dikabulkan? MENGAPA ? Ini jawaban Bijak Ibrahim bin Adham




Hati telah mati pada sepuluh perkara.

Suatu hari, Ibrahim bin Adham rahimahullah berlalu melewati pasar Bashrah. Manusia pun berkumpul kepadanya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya Allah berfirman dalam kitab-Nya,

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian”. Sudah sekian lama kami berdoa tapi tidak dikabulkan?”
.
Beliau menjawab,

“Wahai penduduk Bashrah, hati kalian telah mati pada sepuluh perkara,
.
Pertama, kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya.
.
Kedua, kalian membaca Al-Qur’an, tapi kalian tidak mengamalkannya.
.
Ketiga, kalian mengaku mencintai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, tapi kalian meninggalkan Sunnahnya.
.
Keempat, kalian mengaku memusuhi syaithan, tapi kalian mencocokinya.
.
Kelima, kalian mengatakan bahwa kami mencintai surga, tapi kalian tidak beramal untuk (memasuki)nya.

.
Keenam, kalian mengatakan bahwa kami takut dari neraka, tapi kalian menggadai diri-diri kalian untuk neraka.
.
Ketujuh, kalian mengatakan bahwa kematian adalah benar adanya, tapi kalian tidak bersiap untuknya.
.
Kedelapan, kalian sibuk membicarakan aib-aib saudara-saudara kalian, sedang kalian mencampakkan aib-aib kalian sendiri.
.
Kesembilan, kalian memakan nikmat-nikmat Rabb kalian, tapi kalian tidak menunaikan kesyukuran kepada-Nya.
.
Kesepuluh, kalian telah mengubur orang-orang mati kalian, tapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.”
.
[Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilayatul Auliyâ` 8/15-16. Disebutkan juga oleh Ibnu Abdil Barr dalam Jâmi Bayân Al-‘Ilm no. 1220, Asy-Syâthiby dalam Al-I’tishâm 1/149 (Tahqîq Masyhûr Hasan), dan Al-Absyîhy dalam Al-Mustathraf 2/329.]


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Wahai Para WANITA, Belajarlah Menjadi Seorang Istri Teladan dari Sosok Khadijah Binti Khuwailid




Oleh: Ghifari Mumtaz

KHADIJAH Binti Khuwailid radhiyallahu anha adalah wanita yang tidak tergantikan di dalam hati Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam. Nabi Shallallahu `alaihi wa Sallam bersyukur sekali mempunyai seorang istri seperti Khadijah, bahkan setelah kematiannya.

Meskipun Rasulullah kemudian menikah dengan wanita-wanita lainnya, namun Khadijah tetaplah sosok istri yang dirindukan. Seperti yang diucapkan Rasulullah kepada Aisyah radhiyallahu anha, “Tidak demi Allah, Allah tidak akan memberi ganti padaku dengan wanita yang lebih baik darinya. Dia beriman kepadaku saat manusia mendustakanku, memberikan kepadaku saat manusia menghalangiku, mendukungku dengan harta bendanya saat manusia menolakku dan Allah mengaruniakan kepadaku anak darinya saat Dia menghalangiku memiliki anak-anak dari wanita lain,” ( HR. Al-Bukhori ).

Namun memang sayang, ketika banyak para muslimah sekarang malah meniru gaya hidup wanita non muslim. Mereka lupa ada yang lebih pantas ditiru dan menjadi teladan bagi wanita-wanita yang istimewa di hadapan Allah dan keluarganya.

Maka dari itu, belajarlah menjadi istri solehah dari Khadijah dalam beberapa hal ini. Bahwa kesuksesan bukanlah diukur dari kecantikan wajah atau keperawanan. Akan tetapi, kesuksesan itu bisa dilihat dari karakter sebagaimana kerelaan Khadijah memberikan segala yang dimilikinya untuk Rasulullah.
Selain itu, pengabdian Khadijah kepada suaminya hanyalah semata-mata mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada manusia.

http://3.bp.blogspot.com/-183jNy3R0YM/U5InF5Q5gFI/AAAAAAAAvUY/SF3UysFtH58/s1600/35687_1286446492249_5262206_n.jpg

Oleh karena itu, Allah membalasnya dengan balasan yang sempurna. Kita pasti pernah mendengar kisah di mana Allah berkirim salam kepadanya melalui Malaikat Jibril.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, meriwayatkan bahwa Jibril datang kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan berkata, “Ya Rasulullah, Khadijah akan datang kepadamu membawa lauk-pauk atau minuman. Jika dia sudah datang, sampaikanlah salam kepada Khadijah, dari Tuhannya. Beritahu kepadanya bahwa baginya sudah disediakan rumah di surga terbuat dari batu permata yang tidak ada keributan dan rasa lelah.” (HR. Bukhori)

Betapa indahnya ketika seseorang disampaikan salam langsung oleh Tuhannya. Dialah Khadijah, yang Rasul sebut sebagai salah satu wanita terbaik di dunia dan akhirat. Wahai Kaum Muslimah belajarlah dari Khadijah!


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

[ Video ] Viral! Arafah Rianti Rekam Polisi Minta Uang, Netizen Ricuh




  Yes  Muslim  - Sebuah aksi tak terpuji dari oknum polisi kembali menjadi sorotan netizen. Kali ini aksi menerima uang suap dari pengguna jalan yang ditilang tersebut direkam oleh seorang pengguna Instagram bernama @arafahrianti.

Komika Arafah Riyanti mengunggah sebuah video di akun Instagramnya, Kamis (27/4/2017). Dalam video tersebut, terlihat seorang oknum polisi menerima uang dari pengendara mobil yang ditumpangi Arafah Rianti.

Dalam caption video tersebut, Arafah mengaku kecewa pada oknum polisi lantaran sikap oknum polisi yang dianggapnya melakukan pungli.

Arafah merekam seorang polisi yang sedang menerima 'uang damai' dari pengguna jalan yang ditilang.

Tampak seorang polisi dan seorang pengguna mobil tawar-menawar soal nominal uang yang akan digunakan sebagai 'uang damai'.

Tidak dijelaskan, dimana video itu diambil, tetapi dari istilah "cepek" dan dialek yang digunakan dalam percakapan itu, peristiwanya diduga terjadi di kawasan Jabodetabek.

Berikut adalah postingan @arafahrianti di Instagram :

"Assalamualaikum wr wb.
Pak, maaf sebelumnya karena saya lancang memvideo ini.

Disini saya sebagai pengguna jalan merasa hilang rispek dengan polisi yang bapak tugaskan dijalan untuk mengatur lalu lintas atau mendisiplinkan pengguna jalan.

Saya setuju jika bapak buat tugas polisi dijalan untuk itu, saya sangat setuju.
Tapi yang saya kecewa, kenapa polisi yang bapak tugaskan di jalan Bukan untuk mendisiplinkan pengguna jalan, melainkan menambah pundi" uang mereka ?

Pak bapak tau gak pak kalo bawahan bapak melakukan ini ?
Tolonglah pak, ini merugikan kami, dan merugikan bapak juga.

Jangan sampai tugas polisi yang mulia ini di selewengkan dengan beberapa oknum polisi nakal yang hanya memikirkan harta mereka.

Ayolah kalian buat evaluasi, bicarakan.
Kenapa kalian seperti ini ?

Gaji yang didapat sangat minimkah pak ?
sehingga kalian mengorbankan citra baik kalian didepan masyarakat.
Maaf, kalo saya lancang.

Maaf, saya hanya ingin mengembalikan fungsi polisi sebagai pengaman masyarakat bukan penakut masyarakat.

Dan sekarang polisi bagi saya adalah momok yang menakutkan.
Terima kasih pak, terima kasih pak terima kasih.
Saya berbicara, karna saya peduli.

Dan saya percaya, bapak bisa mengembalikan pandangan masyarakat seperti saya.
I love you indonesia.

I love you polisi.

Kalian hebat @ @divisihumaspolri @korlantas."


Postingan itu tentu saja langsung menjadi viral dan dikomentari banyak netizen.

Hingga saat ini, video yang direpost oleh akun lambeturah itu sudah ditonton sebanyak 596 ribu kali hingga artikel ini dibuat. Sayangnya video di akun @arafahrianti sendiri terlihat telah dihapus. Komentar netizen pun bermacam-macam.

"mantap nyali nya hehee,,tpi mantap lagi klo postingan ini tidak dihapus..heheee... mau liat nyalinya."

"Orang2 kaya gini buat rusak indonesia, bisa nya ngoreksi aja jelasin ke anak2 muda tpi modelanny kaya gitu."

"Polisi itulah yg merusak citra mereka sendiri jadi jangan salahkan masyarakat kalo liat polisi bukannya adem malah kabur."

"Sy harap video ini ngga dihapus yah @arafahrianti ,,jngan sampai kyak anak alay,,pas sdah mbully org,,bberapa menit kmudian dhapus sndri,,skli nekat yah jngan pantang mundur..piss.."

"Aduh malunya..."

winda1515 @trindah_hanofiana iya bener kl kita kekeh minta tilang aja polisi nya yg maksa tetep harus ngasih duit. Apalagi klo tiap razia udh ketebak hari & jam nya. Rute pisangan sampe arah itc cempaka mas pasti itu tiap jumat jam 11 siang. Cavee dehh

nafa8654 Yaaa video ini kan sebagai bukti ke polisi kalo pungli dr aparat itu benar ada. Ntar kalo cuap2 doang ga ada bukti mbaknya dibilang hoax, mencemarkan nama baik dll. Uda ada bukti dibilang "mbaknya harusnya jg jgn bayar sama aja suap". Repot kan.

novianiky @diahayukusumaa setujuh mbaakk, aku aja wktu itu cuma gara2 lampu depan mati (motor), yaudh deh mending tilang aja, ke pengadilan byr denda 70rb. Mending byr denda daripada masuk ke kantong pa cops. Hihi

beingqholbi beda ya sama polisi yg ditipi tipi itu nyontohinnya baik ga terima suap, ga nilang juga ,cuman diperingatkan aja *hadeh cuman buat pencitraan ajah *aslinya mah suka valakor 😁😂😫😭

gusmanrizky21 GAK HERAN LIAT POLISI SEKARANG KEK GITU ! POLISI SAMA RAMPOK GA BEDA JAUH !!! TAU KAN KENAPA MASYARAKAT BENCI TERHADAP POLISI ?! PERCUMA LO SEKOLAH TINGGI2 JADI POLISI KALO KELAKUAN LO BAJINGAN 😁😂

Berikut tonton videonya :



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

komentar :

Selengkapnya

ALLAHU AKBAR ! Ini Al-Qur’an Kuno, Bukti Islam Masuk Papua, Irian Jaya Sejak 1224




  Yes  Muslim  -  Islam ternyata telah masuk ke tanah Papua sejak 17 Juli 1224 M. Salah satu peninggalannya yang tersimpan adalah Al-Qur’an kuno. Hal itu diungkapkan oleh raja Patipi ke XVI, H. Ahmad Iba. Ia mengatakan bahwa Islam masuk ke Papua dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah atas mandat Syaikh Abdur Rauf dari kerajaan Pasai.

“Syaikh Iskandar Syah melakukan perjalanan dakwah dan tiba di Messia atau Mes kerajaan Patipi awal ketika itu bertemu dengan orang bernama Kris Kris,” katanya kepada Kiblat.net di kediamannya, Fakfak, Papua.

“Dan beliau (Syaikh Iskandar Syah;red) mengajarkan apabila kalian ingin selamat, ingin sejahtera, kalian harus mengenal alif lam lam ha (Allah), dan mim ha mim dal (Nabi Muhammad SAW) dan dilanjutkan dengan pembacaan syahadat,” tuturnya

Ahmad Iba juga mengatakan, Syaikh Iskandar Syah oleh bapak Kris kris tiga bulan kemudian dia diangkat menjadi imam pertama. Dan Kris Kris menjadi Raja Patipi awal. Namun, beberapa tahun kemudian di Messia terjadi tsunami dan melenyapkan masjid serta beberapa warga sekitar.

“Dan beberapa tahun kemudian, terjadi tsunami maka seluruh Masjid dan isinya beserta penduduk sebagian ditelan bumi kecuali Kitab Al-Quran dan beberapa kitab fiqih, tauhid yang diselamatkan oleh Syaikh Iskandar Syah,” ujarnya.

Hingga saat ini Al-Quran dan beberapa kitab lain masih tersimpan di rumah Ahmad Iba. Meski sudah terlihat lusuh, ia tetap menjaganya dengan menaruh di lemari kaca.

“Saya pakai lemari kaca, kasih masuk. Baru kasih masuk obat. Supaya jaga tidak ada rayap makan,” ujarnya dengan logat Papua.


Selain itu, dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan menegaskan bahwa adanya Al-Quran yang sudah berumur ratusan tahun itu menunjukkan adanya Islam di Papua. Namun, karena kekurangan dai, sehingga berita tersebut tidak tersebar luas.

“Ini bukti autentik yang menunjukkan pada dunia dan bangsa Indonesia bahwa Islam itu berada di Nuu waar (Papua). Tetapi karena kurangnya dai, kurang guru seakan di negeri itu tidak ada Islam. Alhamdulillah, AFKN bagian daripada dakwah terus melanjutkan sampai Allah membuka tabir baru bagi perjalanan dakwah di negeri ini,” tuturnya. [opinibangsa.id / kn]


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

komentar :

Selengkapnya

Miris! Yang Kabarkan Kebenaran Diancam 6 Tahun, Yang Nista Agama Malah 1 Tahun




  Yes  Muslim  -  Keadilan tampaknya belum berpihak kepada kebenaran. Ini yang dirasakan oleh pengunggah video penistaan yang dilakukan oleh Basuki T Purnama (Ahok), Buni Yani. Buni ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian lewat akun Facebook terkait video Ahok di Kepulauan Seribu. Ia pun diancam dengan hukuman enam tahun penjara.

"Orang yang mengabarkan kebenaran diancam enam tahun dan dikenakan UU ITE Pasal 28 ayat 2. Sementara orang yang melakukan berbicara kurang etis penistaan agama itu dituntut satu tahun. Itu percobaan juga yang sudah tidak pasti masuk penjara. Betul enggak sih logika kita, nurani kita sebagai bangsa, dibolak balik gitu loh sejak awal," kata pria yang pernah menjadi dosen salah satu kampus swasta di Jakarta itu, di Hotel Sofyan Jakarta, Jumat (28/4/2017) seperti dilansir Sindo.

Pada akun Facebook-nya, kata dia, ia memuat partial quotation (kutipan sebagian) yang lazim digunakan dalam dunia akademik. "Ini saya pertanyaan loh bukan sebuah pernyataan. Pakai kutipan frase itu ya biasa. Jika pakai kutipan frase disebut melakukan ujaran kebencian, maka dosen dan wartawan bisa-bisa dianggap salah semua," lanjutnya.

Ia merasa dibodohi oleh ulah para penegak hukum yang memutarbalikkan fakta. "Ini kan kita jadi dianggap bodoh dan gila semua. Seolah-olah kita enggak paham hukum, enggak paham logika seperti ini. Nah ini enggak masuk akal sesungguhnya ya satu tahun, kalau kita lihat sejak awal sebetulnya Pak Basuki ini bisa dua (pasal) itu kalau enggak salah pasal dikenakan, Pasal 156 dan Pasal 28 kena juga UU ITE," lanjutnya.

Pasal yang terdapat dalam UU ITE itu, kata Buni, tidak dimasukkan dan hanya dimasukkan tentang penodaan agama. "Tapi kemudian UU itu didrop, jaksanya maju hanya dengan Pasal 156. Sekarang kan tuntutannya subsider juga. Nanti lolos tuh, Buni Yani masuk penjara enam tahun," tegas Buni. [opinibangsa.id / bdn]


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

komentar :

Selengkapnya

UNIK ! Telak! Muncul Karangan Bunga 'Move On Dong Coy' di Kantor Ahok, Akhirnya Dirusak









  Yes  Muslim  - Dari ribuan karangan bunga yang masuk ke Balai Kota, ada yang menarik perhatian. Sebab, hampir semua karangan bunga tertulis kalimat-kalimat yang menunjukkan simpatik dan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat.

Karangan bunga nyentrik itu sebesar 6 x 1,5 meter. Bertuliskan kalimat sindiran. "Move On Donk Coy! Ayo Dukung OKE OCE," begitu tulisan itu terpampang.

OK OCE sendiri, kepanjangan dari One Kecamatan One Center For Entrepreneurship yang menjadi program unggulan pasangan Anies-Sandiaga saat berkampanye.

Karangan bunga itu berdiri di sisi kiri Gedung Balai Kota, atau tepatnya ditaruh di halaman gedung perkantoran Blok G.

Tak tahu sejak kapan karangan bunga itu dikirim. Papan bunga yang didominasi warna merah ini dikirim dengan mengatasnamakan Topas Tv.


Namun tak berselang lama berdiri, ternyata tulisan OKE OCE itu pun ternyata sudah dicopot. Tak diketahui, siapa yang mencopotnya. Namun dari tulisan tersebut, sudah berganti dengan spanduk berukuran kecil bertuliskan #MenolakMoveOn.


Hampir tiga hari belakangan ini memang, Balai Kota dipenuhi karangan bunga sebagai bentuk apresiasi atau terima kasih warga atas kinerja pasangan petahana memimpin Jakarta. Kalimat - kalimat candaan pun menarik perhatian hingga ada yang bertuliskan seakan putus cinta akibat kekalahan Ahok - Djarot di Pilkada. [opinibangsa.id / nvc]


Ahoker Kejang-kejang! Karangan Bunga "Move on Donk Coy" Akhirnya Dirusak


 Di tengah ribuan karangan bunga untuk Gubernur-Wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat, terselip satu karangan bunga berukuran besar. Karangan bunga berukuran sekitar 4x2 meter itu memuat tulisan yang berbeda dari karangan bunga lainnya.





Karangan bunga itu bertuliskan "Move On Donk Coy". Pada bagian bawah, tertulis, "Ayo dukung Oke Oce". Di bagian kiri bawah, tertulis Topas TV "Pilihan Pas untuk Semua".

Karangan bunga yang didominasi warna merah dan kuning itu terlihat mencolok karena ukurannya yang besar dan pesan yang berbeda dari yang lainnya. Karangan bunga tersebut juga menarik perhatian warga dan pegawai setempat.

Tak sedikit warga yang sedang mengantre untuk berfoto bersama Ahok mendekati karangan bunga sambil menggelengkan kepala mereka.

"Darimana nih bunganya? Penyusup," kata salah seorang warga sambil bergumam di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/4/2017).

Karangan bunga itu diletakkan di samping Gedung Blok G Balai Kota DKI Jakarta. Gedung Blok G terletak di samping kantor gubernur.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 10.00, tulisan pada karangan bunga tersebut sudah disobek-sobek. Sudah tak terlihat lagi tulisan "Ayo dukung Oke Oce". Di bagian tengah tulisan "Move On Donk Coy" terpasang sebuah kertas bermotif kotak-kotak dan bertuliskan, "#MenolakMoveOn".

Ternyata dengan hadirnya karangan bunga tersebut, membuat ahoker kejang-kejang. [opinibangsa.id / kc]


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

komentar :

Selengkapnya

Dibilang Hoax Habib Rizieq Umroh Atas Undangan Raja Salman, Ini Klarifikasinya




  Yes  Muslim  -  Nanik S Deyang mempunyai nama asli Nanik Sudaryati. Kini ia dikenal sebagai pengusaha dan mantan wartawati. Namanya cukup populer di jagad medsos sejak masa Pilpres 2014 karena keberpihakannya pada salah satu pasangan capres-cawapres saat ini.

Hingga kini tulisannya masih terus hilir-mudik di beranda medsos. Tulisannya yang berani mengkritik pemerintah dan melawan para Ahoker, membuatnya populer dan banyak yang jadi pengikutnya. Ia dikenal sebagai orang dekat Prabowo Subianto. Saat ini ia menangani Jaringan Merah Putih (JMP).

Tulisan Nanik selalu jadi senjata bagi yang tak suka pemerintah, dan membuat marah pihak-pihak yang selama ini mendukung pemerintah.

Nah, kali ini beliau memberikan informasi tentang kepergian Habib Rizieq bersama keluarga yang pergi umroh atas undangan Raja Salman. Dan pastinya bikin ahoker meradang.

Dalam status terbarunya, Nanik menulis
TADINYA saya nggak mau jawab teman -teman yg sejak pagi bertanya pada saya soal Habib Rizieq yg Umroh bersama keluarga besar dari mulai anak, menantu cucu dll, karena memang tadinya kepergian beliau beserta keluarga tidak ingin diketahui khalayak.

Umroh Habib beserta keluarga kali ini juga sangat istimewa karena diundang khusus oleh Raja Salman. Maklum Habib RIzieq lulusan Saudi, dan pihak Arab Saudi merasa bangga karena Habib menjadi orang yg berpengaruh.

Sebelumnya,  selain Habib Rizieq, orang Indonesia yg diundang secara khusus adalah mantan Menteri Agama, Munawir Sazali karena beliau juga lulusan Arab Saudi.

Undangan yg mendadak pada Habib RIzieq ini kabarnya  berkait dengan rasa prihatin Raja atas sulitnya mencari keadilan bagi umat Islam di Indonesia, dan juga  banyaknya ulama yg dikriminalisasi.

Semoga pertemuan Habib Rizieq dengan Raja Salman  atau anggota kerajaan lainnya, akan membawa angin segar bagi kehidupan beragama kita ..

Aamiin YRA.

Oh ya Meski Habib mendadak Umroh hari tetap long march dari Istiqlal  ( usai shalat Jum'at) ke PN Jakarta Utara ya diarahkan  oleh para Ulama GNPF MUI dll 






FPI Benarkan Habib Rizieq Dapat Undangan Umroh dari Raja Salman



Front Pembela Islam (FPI) membenarkan Habib Rizieq Syihab mendapat undangan umroh dari Raja Salman.

“Iya Habib Rizieq diundang sama Raja Salman,” kata Ketua FPI DKI Jakarta Habib Novel kepada suaranasional, Jumat (28/4).

Suaranasional berupaya mengkonfirmasi kebenaran berita di berbagai media sosial bahwa Raja Salman mengundang Habib Rizieq untuk umroh.

Wartawan senior Nanik Sudaryati di akun Facebook membenarkan Habib Rizieq dan keluarga mendapat undangan khusus dari Raja Salman.

Nanik menuliskan Habib Rizieq dengan Arab Saudi mempunyai hubungan emosional karena Imam Besar FPI itu menamatkan jenjang pendidikan tingkat sarjana di Universitas King Ibnu Saudi, Riyadh. [opinibangsa.id / snc]


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !

komentar :

Selengkapnya

YES MUSLIM

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top