Lantaran Masuk Islam Dan Hapus Foto Umbar Aurat, Ratu Kecantikan Krigistan Ini Dihujat Para Fans

Bagi seorang ratu kecantikan, penampilan menjadi hal yang diutamakan dan kehidupannya senantiasa menjadi pusat perhatian banyak orang. Wanita yang menjadi ratu kecantikan pun tak segan untuk mengumbar aurat tanpa rasa bersalah.

Namun seorang ratu kecantikan Krigistan tahun 2014 bernama Aikol Alikzhanova mendapatkan hidayah untuk memeluk agama Islam dan memutuskan untuk berhijab. Dilansir dari The Sun, wanita berusia 25 tahun itu pun masuk Islam atas keputusannya sendiri.

Lantaran Masuk Islam Dan Hapus Foto Umbar Aurat, Ratu Kecantikan Krigistan Ini Dihujat Para Fans

Tak hanya memutuskan berhijab, Aikol juga menghapus semua fotonya yang mengumbar aurat di media sosial sebagai bentuk taubatnya.

“Saya merasa senang, keluarga saya mendukung saya. Saya tidak berpikir bahwa saya akan mendapatkan begitu banyak dukungan dengan lebih dari 10 ribu orang dalam waktu 24 jam. Mayoritas komentar mendukung,” ucapnya.


Meskipun begitu, hidayah yang didapatkannya menuai komentar negatif dari sejumlah fans. Dituturkan oleh para fans tersebut bahwa keputusan yang Aikol buat didasarkan atas paksaan dari pihak luar.

Melihat banyaknya orang yang tidak suka akan perubahan dirinya, Aikol mengaku tidak terlalu memikirkannya dan merasa nyaman dengan penampilannya sekarang. Dirinya menuturkan bahwa mereka yang memberikan kritikan pedas belum paham dengan agama yang ia pilih.

Meski telah berhijab, Aikol tetap memiliki harapan untuk bisa eksis di dunia film. Yang jelas ia tidak ingin menggadaikan keimanannya untuk dunia dan berharap menjadi muslimah yang taat.

Diungkapkannya bahwa jika memang tidak memiliki kesempatan di dunia film, ia akan mencari rezeki halal dengan menciptakan baju modis untuk muslimah dan mengabdikan dirinya untuk sosial.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

HEBAT ! Irvan Sembiring : Dulu Raja Metal Indnesia, Sekarang Jadi Da'i

Siapa sangka di balik gamis putih, dan sorban tebal yang selalu melilit di kepala lelaki yang selalu berjalan dengan gagah ke masjid setiap lima kali sehari ini adalah seorang Raja Metal Indonesia. Ia bahkan pernah membuat serangkaian sensasi dan langkah fenomenal dalam dunia musik metal nasional.







Dialah Irvan Sembiring yang kini seluruh waktunya digunakan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Baginya, masjid adalah rumah, sehari-hari Irvan berada di rumah Allah tersebut meski bukan pada waktu-waktu shalat.

Kalau lagi tidak keliling dunia untuk berdakwah, di Jakarta, ia biasa nongkrong di Masjid Imam Bonjol, atau Masjid Al-Ittihad di dekat Cinere Mall. Kerjaannya kalau tidak Ibadah, Dzikir Qalbi, Dakwah, dan Nongkrong. Kalau nongkrong pun obrolannya tidak jauh dari keagungan Allah, meski sesekali diselingi dengan ngobrol musik, terutama musik Rock. “Orang Islam itu kalo di Masjid ibarat ikan dalam air,” ujarnya.

Pria kelahiran Surabaya, 2 Maret 1970 ini kerap keliling untuk berdakwah dari Masjid ke Masjid bersama jamaah yang yang bermarkas di Masjid Jami Kebun Jeruk (Jakarta Barat) ini. Wajah Irvan yang bersinar, memang jauh berbeda dengan keadaannya 20 tahun silam. Sewaktu bandnya, Rotor, masih berjaya, hidupnya memang urakan dan tidak pernah nongkrong di rumah Allah.




Irvan Sembiring adalah seorang pionir thrash metal, pendiri band Rotor yang sangat disegani di era 90-an. Dan yang patut dicatat, Rotor adalah band thrash metal Indonesia yang pertama kali masuk dapur rekaman. Saat itu merekam lagu tidak semudah dan semurah sekarang.

Sebelum Rotor berdiri, pada akhir era-80an, Irvan bermain untuk Sucker Head, yang juga mengusung thrash metal. Rotor sendiri di bentuk tahun 1992 setelah Irvan merasa konsep musik Sucker Head masih kurang ekstrem baginya.

Di awal 1992 Irvan berkenalan dengan bos label rekaman AIRO, yang juga adik kandung Setiawan Djody. Hasil rekaman cara purba itu diputar di depan bos Airo records. Karena tanpa vokal, Irvan bernyanyi metal a la karaoke di depan bos Airo yang bernama Seno itu. Babak awak perjalanan Rotor bisa dibilang di tahun 1993. Ketika itu pula mereka dipercaya untuk membuka konser Metallica di stadion Lebak Bulus, Jakarta. Meski konsernya bisa dibilang spektakuler, namun puluhan orang meninggal dunia dan puluhan mobil dibakar.

Saat itu Metallica sedang mengadakan tur dan di Indonesialah satu-satunya negara yang ada band pembukanya. Maka bisa dibilang Rotor satu-satunya band pembuka tur Metallica di awal dekade 90-an tersebut. Di konser ini, Rotor juga diperkuat oleh Jodie sebagai vokalis.

Album pertama Rotor berjudul Behind The 8th Ball kemudian dirilis, dan disusul dengan babak baru perjalanan Rotor dengan hijrahnya Irvan, Jodie dan Judha ke Los Angeles, Amerika Serikat. Di kota ini mereka coba mengadu nasib dengan harapan bisa mengikuti jejak Sepultura, yang sukses menembus Amerika. Perlu dicatat juga, Rudy Soedjarwo, sutradara film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ inilah yang sempat menjadi drummer Rotor selama di Amerika.

Di Amerika, persaingan menjadi musisi metal sangat ketat, sulit untuk mendapatkan job manggung dan sebagainya jika tidak punya agen. Di Amerika, personil Rotor yang lain sering keluyuran dari satu pub malam ke pub malam yang lain, termasuk nongkrong di pub Rainbow, tempat nongkrongnya artis-artis film dewasa.

Karena kondisi keuangan dan mental yang melemah, para personil Rotor kemudian membanting stir untuk bisa bertahan hidup di negeri orang dengan cara mereka masing-masing. Jodie ke San Fracisco, dan Judha ke Alabama untuk bekerja di pabrik pengolahan ayam. Sedangkan Irvan bertahan di Los Angeles.

Babak selanjutnya adalah kembalinya Rotor ke tanah air dengan membuang mimpi menjadi superstar setelah menaklukan Amerika. Jodie kemudian memutuskan hengkang dari Rotor dan membentuk Getah. Tahun 1995 Rotor merilis ‘Eleven Key’ dan tahun selanjutnya album ‘New Blood’ dirilis. Tahun 1997, Irvan mendirikan label Rotorcorp dan bersama Krisna Sadrach (Sucker Head) menjadi produser album Metalik Klinik. Setelah menelurkan tiga album dengan genre musik yang berbeda, tahun 1998 sang basis, Judhapran meninggal dunia karena berlebihan dalam mengonsumsi narkotika, disusul dengan kematian Jodie yang saat itu adalah suami dari aktris Ayu Ashari.

Babak baru kehidupan Irvan pun dimulai kembali. Penghujung tahun 1999, bersama beberapa band produksi Rotorcorp ia sudah lima kali lolos dari pembantaian maut yang hampir merenggut nyawanya. Peristiwa tersebut terjadi di bagian timur pulau Jawa yang sedang hangat-hangatnya terjadi pembantaian dukun santet oleh gerombolan ninja. Lima kali lolos dari upaya pembunuhan menurut Irvan pastilah mukjizat dari Allah SWT. Semenjak itulah ia bersumpah untuk bertakwa kepada Allah SWT dan mendedikasikan hidupnya dengan berdakwah Islamiah non komersial.






Irvan dan rombongannya tidak pernah membicarakan dan menyentuh empat hal, yaitu politik praktis dalam dan luar negeri, perbedaan pendapat antara beberapa mahdzab dalam Islam, dan Sumbangan. Bahkan ketika berdakwah, ia menyisihkan uangnya untuk berpergian.

Dalam belajar Islam, Irvan pun tidak tanggung-tanggung. Ia berguru di sejumlah pesantren dalam negeri hingga luar negeri.

Beberapa negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Afrika Selatan, Jepang, India, Pakistan, Bangladesh, Amerika Serikat, dan lainnya telah dikunjunginya dalam rangka belajar dan mendakwahkan agama.

Pada 2010 lalu, setelah 13 tahun vakum dari kancah musik metal, Irvan ‘Rotor’ Sembiring kembali menggarap sebuah project bernama IRS, dan sudah merilis beberapa buah lagu yang syairnya merupakan adaptasi dari Kitab Al Quran. Silakan cek ‘Infidels – Divine Support – The Flame’ judul lagu baru Rotor yang juga terdapat dalam CD album kompilasi band Jakarta ‘Born To Fight’.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Enggan Beri Makan Dari Uang Haram, Polisi Ini Rela Makan Tahu Tempe Dan Tinggal Di Gubuk Sederhana

Kehidupan yang cukup sulit saat ini seringkali membuat orang berani mengambil kesempatan meskipun yang dilakukannya bertentangan dengan norma agama ataupun norma hukum. Terlebih jika orang tersebut merupakan seorang aparat ataupun yang memiliki jabatan, maka sangatlah mudah mengambil kesempatan tersebut.

Namun ternyata tidak semua aparat ataupun yang diberi kewenangan mau mengambil kesempatan yang tidak berkah dan halal tersebut. Salah satunya adalah seorang polisi yang kini ramai menjadi pembicaraan di media sosial setelah fotonya diunggah.

Enggan Beri Makan Dari Uang Haram, Polisi Ini Rela Makan Tahu Tempe Dan Tinggal Di Gubuk Sederhana

Dalam foto tersebut nampak sang polisi sedang menyuapi anak laki-lakinya dengan latar rumah kayu yang sederhana. Meski demikian, tidak ada yang mengetahui pasti lokasi tempat tinggal polisi sederhana tersebut.

Yang jelas dalam unggahan fotonya tersebut tertulis bahwa sang polisi lebih baik hidup dalam kesederhanaan dan rela makan hanya tahu tempe dibandingkan harus memberi nafkah dari uang haram untuk keluarganya.

Unggahan itu pun mendapatkan respon positif dari netizen yang salut atas sikap dan prinsip sang polisi. Mereka juga mendoakan agar polisi itu mendapat kelimpahan rezeki yang halal dan berkah.

Itulah sosok polisi yang harus menjadi teladan bagi masyarakat saat ini maupun para penegak hukum lainnya dimana meski kehidupannya begitu susah, ia tetap mempertahankan keimanannya untuk tidak mencari penghasilan yang haram.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 168-169

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah 168-169)

Manusia yang senantiasa bersyukur dan beramal sholeh di dunia juga akan Allah beri kehidupan yang lebih baik, entah di dunia maupun di akhirat.

“Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik/ bahagia (di dunia) dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An Nahl 97)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

20 Tindakan Durhaka Suami Terhadap Istri yang Dilarang Agama







Banyak orang setelah memutuskan untuk berkeluarga, tanpa disadari oleh mereka tidak jarang mereka yang sudah menjadi seorang suami melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari ketentuan allah SWT dan telah melanggar norma-norma dalam agama serta melanggar hak-hak isterinya. Jadi para suami saat ini harus tahu tindakan-tindakan yang dalam islam dikategorikan sebagai tindakan durhaka suami terhadap istri, dan berikut ini beberapa perilaku yang sering para suami lakukan, yaitu:

1. Menelantarkan belanja istri

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,ia berkata:”Rasululluah bersabda:’seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.’” (HR.Abu Dawud no.1442 CD,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)

Pada hadist tersebut diterangkan bahwa suami yang menelantarkan belanja istri dan anak nya berati sudah melakukan perbuatan yang dosa. Karena seorang majikan yang menelantarkan gaji karyawannya sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhannya juga dikatakan dosa. Maka begitu pula dengan seorang pemimpin yang menelantarkan kebutuhan rakyatnya,maka ia berdosa. Sudah menjadi kewajiban bahwa seorang suami harus memberikan belanja kepada istri dan juga anak mereka seperti misalnya untuk membeli pakaian, makanan, dan juga kebutuhan lainnya. Bila tidak dan hanya bisa menelantarkan saja berarti suami tersebut sudah berbuat durhaka kepada istri.

Dari”Asyah ra,bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata:’Wahai Rasulullah,sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku,sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.”beliau besabda:’Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.” (HR.Bukhari no.4945 CD,Muslim,Nasa’i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)

Hadist tersebut menerangkan bahwa istri yang diberi nafkah tidak sesuai dengan kebutuhannya padahal suami mempunyai harta yang cukup maka diperbolehkan mengambil sendiri harta itu tanpa sepengetahuan suaminya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan anaknya secara wajar. Suami yang melakukan kedurhakaan ini mungkin disebabkan oleh :

    Suami kesal terhadap sikap boros istrinya
    Suami punya selingkuhan,sehingga lupa akan istrinya dan keluarganya
    Suami lebih mementingkan kegemarannya sendiri(egois)
    Istri punya penghasilan sendiri jadi suami beranggapan tidak perlu lagi memberi uang belanja sendiri
    Suami lebih mementingkan saudaranya/ortunya

Para suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri, selama itu pula dosa yang telah diperbuuat kepada sang istri. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah. Ia wajib menyadari bahwa tidak membelanjai istri termsuk mendurhakai Allah SWT. Karena dosanya tidak hanya semata kepada istri namun juga kepada allah SWT.

 2. Tidak Memberi Tempat Tinggal Yang Aman

“Tempatkanlah mereka (para istri) di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka(istri yang di thalaq) itu sedang hamil,berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan…” (QS.Ath-Thalaaq(65):6)

Allah menjelaskan kepada para suami yang menceraikan istrinya diwajibkan untuk tetap memberikan tempat tinggal untuknya selama masa iddah dan tidak boleh mengurangi belanja istrinya atau mengusirnya dari rumah karena ingin menyusahkan hatinya atau memaksanya mengembalikan harta yang pernah diberikan kepadanya atau tujuan lainnya. Jika mantan istrinya yang masih dalam masa iddah saja harus mendapatkan hak nafkah dan tempat tinggal yang baik,maka lebih utama dan lebih wajib lagi bagi istri sahnya untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari pada itu.

 3. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga

Dari Abu Bakrah,ia berkata:”Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad n0.19612 CD,Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i)

Rasul menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk didalamnya suami) tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri) menjadi seorang pemimpin. bentuk ketidak beruntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa memperdulikan pendapat suami (istilah kerennya IPSTI=ikatan Para Suami Takut Istri). menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin.suami yang berbuat demikian berarti melanggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Beberapa faktor penyebab kedurhakaan ini:

    suami seorang pemalas yang enggan memikul tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.
    Suami yang telah uzdur sehingga tidak bisa menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin rumah tangga
    suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan hobinya sehingga tidak bisa mengurus kepentingan keluarga selain hanya memberi uang belanja saja. Karena memang tanggung jawab suami tidak hanya meberikan nafkah saja, para suami juga harus membimbing anak dan juga istri mereka agar mempunyai akhlak yang baik.

mengingat besarnya tanggung jawab dan akibat yang ditimbulkan akibat kedurhakaan ini, jadi para suami wajib menghindari perbuatan tersebut. dan harus segera meminta maaf terhadap Istri dan bertaubat kepada Allah SWT.

 4. Tidak Melunasi Mahar

Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata:”saya mendengar nabi saw.(bersabda):’siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak,tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu,berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu,kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’” (HR.Thabarani,Al-Mu;jamul,Ausath II/237/1851 CD)

Menurut Hadist ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya,tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya,berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya. Dalam QS.Al-Baqarah(2):237 menerangkan bahwa “jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka,padahal kalian sudah menentukan maharnya,bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu,kecuali jika istri istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian.sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan.”.

Suami yang berutang mahar kepada istrinya dengan niat tidak akan melunasinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak. Suami yang tidak melunasi maharnya mungkin sekali disebabkan oleh faktor faktor :

    Suami beranggapan bahwa mahar sudah tidak perlu lagi ia berikan karena sekarang sudah menjadi satu keluarga, menurutnya tidak ada perhitungan hutang piutang bagi orang yang sudah terikat dalam hubungan suami istri.
    Istri tidak pernah menagih sehingga suami beranggapan istri tidak lagi memerlukannya.

Apapun alasan yang menjadikan dasar untuk suami melakukan kedurhakaan ini tetap tidak dibenarkan. Karena segala macam utang wajib dilunasi baik oleh suami maupun istri dan untuk melunasinya tidak perlu menunggu ditagih. Jadi memang harus dilunasi agar tidak terjadi hal-hal yang mendurhakai antara suami dengan istri.

 5. Menarik Mahar Tanpa Keridhaan Istri

(20)“jika kalian (para suami) ingin mengganti istri dengan istri yang lain,sedang kalian telah memberikan kepada salah seorang diantara mereka itu mahar yang banyak,janganlah kalian mengambilnya kembali sedikitpun. Apakah kalian kalian akan mengambilnya kembali dengan cara cara yang licik dan dosa yang nyata? (21)Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,sedangkan kalian satu dengan lainnya sudah saling bercampur (sebagai suami istri) dan mereka ( istri istri kalian) telah membuat perjanjian yang kokoh dngan kalian,”(QS.An-Nisaa’(4):20-21)

Ayat tersebut dengan tegas mencela suami yang meminta atau menarik kembali mahar yang telah diberikan kepada istrinya, baik sebagian maupun seluruhnya. Tujuan islam menetapkan mahar dalam perkawinan adalah untuk menghormati kedudukan istri yang pada jaman sebelum islam tidak mendapatkan hak untuk memiliki dan menguasai harta kekayaan apapun, baik dari orang tuanya maupun suaminya. Disamping itu mahar merupakan lambang kekuasaan perempuan yang diberikan oleh islam untuk menentukan pilihan atas laki laki yang akan mempersuntingnya. faktor yang menyebabkan suami melakukan tindakan ini mungkin disebabkan oleh :

    Suami yang kesal atas perlakuan dan pelayanan istrinya yang dianggapnya tidak sesuai dengan harapanya. Cara seperti ini sudah dengan jelas salah sebaiknya suami tersebut menasehati dengan dengan cara yang tepat yang sudah ditetapnya dalam syariat islam.
    Suami hendak mendapatkan modal kerja. jika ini terjadi suami hendaknya meminta ijin kepada istrinya dan jika istri menolak maka tidak boleh mengambilnya secara paksa.
    Suami ingin menikah lagi. Tindakan seperti ini juga tidak benar karena sebagai suami juga seharusnya mengetahui bahwa istri juga punya hak untuk tidak dimadu.

Suami yang memang sudah terlanjur menarik maharnya tersebut sebaiknya harus segera meminta maaf kepada sang istri dan juga lekan memohon ampun kepada Allah SWT.

 6. Mengabaikan Kebutuhan Seksual Istri

Dari anas ra,Nabi saw bersabda:”jika seseorang diantara kalian bersenggama dengan istrinya,hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut penisnya) sampai istrinya menemukan kepuasan.”(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami’ Kabir II/19/1233)

Rasullullah saw bersabda:”janganlah sekali kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama,tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya.’ada yang bertanya”apakah pendahuluan itu?”beliau bersabda :”ciuman dan ucapan (romantis).” (HR Abu Syaikh)

Memenuhi kebutuhan seksual istri yaitu mengusahakan agar istri mendapatkan kepuasan sebagaimana yang suami dapatkan. Bagaimanapun caranya (bisa dengan minum jamu, olah raga,atau dengan hal lainnya) sebisa mungkin suami harus berusaha  dan memperhatikan kebutuhan seksual istri dan tidak boleh mengabaikannya karena berarti melanggar perintah agama.

7. Melanggar Persyaratan Istri

“hai orang orang yang beriman,penuhilah janji janji kalian..”(QS.Al-Maaidah(5):1)

“Dari Uqbah bin “Amir ra,ia berkata:”Rasulullah saw bersabda:’Syarat yang palling berhak untuk kalian penuhi ialah syarat yang menjadikan kalian halal berwenggama dengan istri kalian.’”(HR.Bukhari no 2520 CD,Muslim,Tirmidzi,Abu Dawud,Ibnu Majah,Ahmad dan Darimi)

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memenuhi janji yang dibuatnya dengan orang-orang yang terlibat dengan perjanjian. Dalam Hadist tersebut Rasulullah saw menerangkan suami istri harus memenuhi perjanjian yang telah dibuatnya, bahkan perjanjian seperti itu paling patut dipenuhi dengan  sebaik baiknya. Islam membenarkan pemberian syarat yang diajukan oleh pihak istri maupun keluarga istri selama tidak bertentangan dengan syariat islam kepada calon suami. Jadi para suami juga harus selalu menjaga komitmen awal yang sudah mereka buat dan setujui.

 8. Menyenggamai Istri Saat Haidh

“mereka bertanya kepadamu tentang haidh, katakanlah:’ haidh itu adalah suatu kotoran.’ Oleh karena itu,hendaklah kalian menjauhkan dirindari wanita pada waktu haidh dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka bersuci. Apabila mereka telah suci,campurilah mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertaubat dan menyukai orang orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah(2):222)

Wanita yang sedang haidh berada dalam keadaan sakit.maksudnya ialah mengalami keadaan yang membuat kesehatannya terganggu karena keluarnya darah kotor dari dalam rahimnya.. menyenggamai istri saat haidh adalah suatu perbuatan yang dilarang karena sama halnya dengan menyakitinya dan merupakan suatu tindakan yang mengganggu keselamatannya. Di sebut darah kotor karena didalamnya terkandung bibit penyakit yang jika dipaksa melakukan hubungan seksual bakteri tersebut tidak hanya menjangkiti milik istri tapi juga milik laki-laki juga ikut terserang. Lagi pula apa tidak merasa jijik apa? selain itu wanita yang dalam keadaan nifas juga dilarang untuk disetubuhi karena menurut ahli bagian dalam dari alat vitalnya terluka jadi tidak memungkinkan untuk diajak bersetubuh. Dalam kehidupan berumah tangga bukan tidak mungkin suami melakukan tindakan ini. Hal ini mungkin dilakukan dikarenakan :

    Suami tidak bisa menahan diri (hypersex) untuk tidak bercampur dengan istrinya
    Suami ingin melakukan keluarga berencana. Melakukan KB tidak harus dengan cara seperti ini karena masih banyak cara lain yang tidak melanggar syariat islam.

Sungguh berdosa bagi para suami yang memang melakukan perbuatan keji yang dapat menyakiti istrinya.

 9. Menyenggamai Istri lewat Duburnya

Dari Ibnu Abbas, ia berkata:”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw.,ia bertanya:’Ya Rosullullah, saya telah binasa.’ Beliau bertanya:’apa yang menyebabkan kamu binasa?’ Ia menjawab:’semalam saya telah membalik posisi istriku.’akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun,lalu turun kepada Rosulullah saw ayat.’istri kalian adalah lading bagi kalian,maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki.’(selanjutnya Beliau bersabda:’Datangilah dari depan atau belakang,tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh.’”( HR Tarmidzi no.2906)

Perbuatan menyenggamai istri pada duburnya merupakan tindakan yang membinasakan pribadi muslim, setiap suami muslim wajib menjauhinya, karena hal ini merupakan tindakan yang dimurkai oleh Allah dan merupakan kedurhakaan terhadap istri. Jadi para suami memang harus selalu menginggat akan hal-hal yang dilarang dalam agama yang sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT.

10. Menyebarkan Rahasia Hubungan Dengan Istri

Hubungan suami istri haruslah dilakukan ditempat yang tidak terlihat orang lain,bahkan suaranya pun tak boleh terdengar orang lain. Suami istri wajib menjaga kehormatan masing-masing apalagi dihadapan orang lain. Suami yang menyebarkan rahasia diri dan istrinya ketika bersenggama berarti telah melakukan perbuatan durhaka terhadap istri. maka dari itu harus benar-benar menjaga antara suami dengan istri agar tidak terjadinya hal-hal yang dapat memicu tindakan seperti itu. (Kabarmuslimah)


Berikut ini lanjutan dari 20 tindakan durhaka suami terhadap istri yang dilarang agama, yaitu:

11. Memeras Istri

“ …dan janganlah kalian menerukan ikatan pernikahan dengan mereka(istri-istri) guna menyusahkan mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh dia telah menganiaya dirinya sendiri…” (QS.Al-Baqarah(2):231)

Motif yang menyebabkan suami tega melakukan perbuatan tercela ini memeras istri mereka mungkin adalah sebagai berikut :

    Suami bermaksud mendapatkan harta istri melalui permintaan cerai istri,karena dalam islam jika istri minta cerai suami berhak mengambil kembali maharnya atau minta tebusan sang istri
    Suami ingin menikah lagi, jadi membuat tipu daya agar istri yang meminta cerai dari suami
    Suami ingin hidup enak tanpa bekerja keras. Sebenarnya itu merupakan cara yang salah karena memang sudah menjadi tanggung jawab bagi setiap suami untuk bekerja dan menafkahi istri dan anak mereka.

12. Menuduh Istri Berzina

(6) “dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari meeka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar(dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya(ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinyajika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.” (QS.An-Nuur (24):6-7)

Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak dapat sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syariat Islam. Dan memang jika seorang suami menuduh dengan tegas sang istri harus memiliki bukti kuat yang menunjukkan jika sang istri benar-benar berzina.

13. Merusak Martabat Istri

Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:”saya pernah datang kepada Rosulullah saw.’ Ia berkata lagi:’saya lalu bertanya:’Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan(untuk kami perbuat)terhadap istri-istri kami?’Beliau bersabda:’…janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.’” (HR Abu Dawud no 1832)

Nabi saw melarang para suami menjelek jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan,menghina martabat istri baik di hadapannya maupun dihadapan orang lain. karena walaupun istri berasal dari keluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.

14. Memukul (Tanpa Peringatan Terlebih Dahulu)

Disini berarti jika suami sudah menggunakan kekerasan para istri memang harus mengambil keputusan tegas dengan melaporkannya pada komnas perlindungan anak dan perempuan. Karena sudah masuk kategori kekerasan dalam rumah tangga. Karena dalam rumah tangga jika memang ada masalah bisa diselesaikan secara baik-baik dan kepala dingin tanpa adanya kekerasan yang menyebabkan istri terluka.

15. Mengajak Istri Berbuat Dosa

Para suami seharusnya membimbing istri dan anak mereka kejalan yang benar agar memiliki perilaku dan akhlak yang baik. jangan malah mengajak istri untuk berbuat dosa seperti misalnya karena kebutuhan ekonomi yang harus segera dipenuhi suami mengajak istri untuk menipu atau bahkan mencuri. Itu merupakan perbuatan dosa yang harus segera diperbaiki dan mohon ampun kepada Allah SWT.

16. Memadu Istri Dengan Saudari Atau Bibinya

Sesungguhnya seorang istri juga memiliki hak untuk mau atau tidaknya dimadu. Jadi suami juga harus mengerti dan jangan memaksakan jika memang sang istri tidak mau dimadu. Dan sebaliknya jika memang istri ikhlas daan siap untuk dimadu.

17. Menyenangkan Hati Istri Dengan Melanggar Agama

Disini maksudnnya menyenangkan hati istri dengan melanggar agama maksudnya seperti memberikan hadiah seperti cincin namun dengan uang atau hasil yang tidak halan seperti hasil curian. Jadi coba buat senang hati istri dengan yang halal walaupun itu dengan kesederhanaan.

18. Menceraikan Istri Solehah

Jika suami menceraikan istri yang solehah maka merugilah apa yang mereka lakukan karena tidak mudah untuk menjadi seorang istri soleha. Apalagi jika suami menceraikan untuk memilih wanita lain yang menggodanya maka sunggu mereka mendurhakai sang istri. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah.

19. Berat Sebelah Dalam Menggilir Istri

Jadi seorang suami yang memang memiliki istri lebih dari satu harus bersikap adil kepada semua istri mereka. jangan berat sebelah dalam menggilir para istri mereka karena alesan sudah bosan atau memang lebih menyukai istri muda. Tidak seperti itu suami yang memang memilih untuk memadu harus memiliki sikap adil dan jangan sampai menyakiti hati dari beberapa istri mereka.

20. Mengusir Istri Dari rumah

Jangan hanya karena emosi sesaat masalah yang bisa diselesaikan dengan baik-baik, dapat membuat anda sebagai seorang suami mengambil tindakan yang fatal. Jangan sekali-sekali mengusir istri dari rumah karena masalah yang masih bisa dielesaikan dengan omongan yang baik. jangan sampai orang lain juga tau masalah  rumah tangga jika memang masih bisa diselesaikan berdua.

Demikianlah tadi beberapa tindakan yang tidak disukai oleh Allah SWT dan memang dilarang didalam agama dan merupakan kedurhakaan terhadap istri yang jika para suami langgar maka rahmat dan nikmat dari Allah tidak akan pernah mereka rasakan. Semoga dapat bermanfaat dan dapat dijadikan pelajaran untuk membangun sebuah rumah tangga yang harmonis. (Kabarmuslimah)



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Hukum Laki-laki Menikah Dengan Wanita yang Pernah Dizinahi

http://2.bp.blogspot.com/-efc1dXJAi0Y/VFmfFEgDIDI/AAAAAAAAA1A/E3yO5JIRn_U/s1600/cincin%2Bkawin%2Bpaladium.jpg


Assalamu’ alaikum ustadz,  saya mau tanya tentang orang yang berzina, lebih baik manakah seorang laki-laki pezina menikahi perempuan yang di-zinai-nya atau perempuan yang berzina menikah dengan orang lain (bukan lelaki pezina). Terima kasih uztad wassalamu alaikum wr.wb.
 
Jawaban:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menikahi orang yang berzina, menurut mayoritas ulama dibolehkan menikahi orang yang pernah berzina, baik laki-laki maupun perempuan, berdasarkan keumuman perintah untuk menikah dan menikahkan orang-orang yang masih sendiri.

Begitu juga, mereka berbeda pendapat tentang kebolehan menikahi perempuan yang hamil karena perzinaan,  Madzhab Asy-Syafi’I dan Abu Hanifah serta Muhammad al-Hasan membolehkan seorang yang berzina dan menghamili seorang wanita, maka dia dibolehkan menikah dengannya dan menggaulinya.  Tetapi jika yang menikahi wanita yang hamil karena perzinaan tersebut adalah laki-laki lain, maka dalam hal ini dia hanya boleh menikahinya dan tidak boleh menggaulinya, ini menurut Abu Hanifah dan Muhammad al-Hasan.

http://3.bp.blogspot.com/-L8aNDk15whc/UZc8sZhWzoI/AAAAAAAAAPU/dPPY2hF7VeU/s1600/cincin+pernikahan+di+jari+manis.jpg

Atas dasar pendapat tersebut, maka yang lebih baik adalah jika laki-laki yang pernah berzina dengan wanita tersebut menikahinya. Bukan menikah dengan laki-laki lain. Hal ini dikuatkan dengan firman Allah :

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Laki-laki yang berzina tidak boleh menikah kecuali dengan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak boleh dinikahi kecuali oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.” (Qs. An Nur : 3). Wallahu A’lam.* [DR. Ahmad Zain An-Najah, MA]


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Benarkah Syaikh Abdul Qadir Jailani, Beliau adalah ulama salafi, bukan ulama sufi ?

Siapakah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Nama beliau adalah Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal Al Adfawi. Seoarang ‘ulama bermadzhab Syafi’i yang tinggal di Baghdad.

Kelahiran dan wafatnya beliau : Dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H. Wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh Al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452.

Imam Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga dengan Kailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy. (Biaografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia).

Beliau wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Rabi’ul Akhir tahun 561 H di daerah Babul Azaj.

Masa muda beliau :

Beliau meninggalkan tanah kelahiran, dan merantau ke Baghdad pada saat beliau masih muda. Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama’ seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra’ dan juga Abu Sa’ad Al Muharrimi. Beliau belajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama’.

Suatu ketika Abu Sa’ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim disana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang yang ada tersebut.

Banyak sudah orang yang bertaubat demi mendengar nasehat beliau. Banyak orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang ke sekolah beliau. Sehingga sekolah itu tidak kuat menampungnya. Maka, diadakan perluasan.

Murid-murid beliau :

Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama’ terkenal. Seperti Al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam. Juga Syeikh Qudamah penyusun kitab figh terkenal Al Mughni.

Perkataan ulama tentang beliau :

Syeikh Ibnu Qudamah rahimahullah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir, beliau menjawab, ” kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Beliau menempatkan kami di sekolahnya. Beliau sangat perhatian terhadap kami.

Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Beliau senantiasa menjadi imam dalam shalat fardhu.” Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sampai beliau meninggal dunia. (Siyar A’lamin Nubala XX/442).

Beliau adalah seorang ‘alim. Beraqidah Ahlu Sunnah, mengikuti jalan Salafush Shalih. Dikenal banyak memiliki karamah-karamah. Tetapi banyak (pula) orang yang membuat-buat kedustaan atas nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajaran, “thariqah” yang berbeda dengan jalan Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Diantaranya dapat diketahui dari perkataan Imam Ibnu Rajab, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh banyak para syeikh, baik ‘ulama dan para ahli zuhud. Beliau banyak memiliki keutamaan dan karamah.

Tetapi ada seorang yang bernama Al Muqri’ Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri (Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir Al Lakh-mi Asy Syath-Nufi. Lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani) mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam tiga jilid kitab.

Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya ). Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar”. Imam Ibnu Rajab bekata : ” Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah mansyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal.

Juga terdapat perkara-perkara yang jauh (dari agama dan akal ), kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas. (Seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah mati, dan sebagainya.) semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah.

Kemudian aku dapatkan bahwa Al Kamal Ja’far Al Adfwi (Nama lengkapnya ialah Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal Al Adfawi. Seoarang ‘ulama bermadzhab Syafi’i. Dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H. Wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh Al Hafidz di dalam kitan Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452.) telah menyebutkan, bahwa Asy Syath-nufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini.”(Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.).

Imam Ibnu Rajab juga berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah memiliki yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan sunnah. Beliau memiliki kitab Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq, kitab yang terkenal.

Beliau juga mempunyai kitab Futuhul Ghaib. Murid-muridnya mengumpulkan perkara-perkara yang berkaitan dengan nasehat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Beliau membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah .”

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menyatakan dalam kitabnya, Al Ghunyah, ” Dia ( Allah ) di arah atas, berada diatas ‘arsyNya, meliputi seluruh kerajaanNya. IlmuNya meliputi segala sesuatu.” Kemudian beliau menyebutkan ayat-ayat dan hadist-hadist, lalu berkata ” Sepantasnya menetapkan sifat istiwa’ ( Allah berada diatas ‘arsyNya ) tanpa takwil ( menyimpangkan kepada makna lain ).

Dan hal itu merupakan istiwa’ dzat Allah diatas arsys.” (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 515). Ali bin Idris pernah bertanya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, ” Wahai tuanku, apakah Allah memiliki wali (kekasih) yang tidak berada di atas aqidah ( Imam ) Ahmad bin Hambal?” Maka beliau menjawab, ” Tidak pernah ada dan tidak akan ada.”( At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 516).

Perkataan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani tersebut juga dinukilkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Istiqamah I/86. Semua itu menunjukkan kelurusan aqidahnya dan penghormatan beliau terhadap manhaj Salaf.

Sam’ani berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Beliau seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau.” Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A’lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut,”Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat.”

Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan bekiau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, “Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman ). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau.”( Siyar XX/451 ).

Imam Adz Dzahabi juga berkata, ” Tidak ada seorangpun para kibar masyasyeikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak diantara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi “.

Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil, hal.136, ” Aku telah mendapatkan aqidah beliau ( Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ) didalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. (Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94) Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Beliau juga membantah kelompok-kelompok Syi’ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf.” (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.).

Inilah tentang beliau secara ringkas. Seorang ‘alim Salafi, Sunni, tetapi banyak orang yang menyanjung dan membuat kedustaan atas nama beliau. Sedangkan beliau berlepas diri dari semua kebohongan itu. Wallahu a’lam bishshawwab.

Kesimpulannya beliau adalah seorang ‘ulama besar. Apabila sekarang ini banyak kaum muslimin menyanjung-nyanjungnya dan mencintainya, maka suatu kewajaran. Bahkan suatu keharusan. Akan tetapi kalau meninggi-ninggikan derajat beliau di atas Rasulullah shollallahu’alaihi wasalam, maka hal ini merupakan kekeliruan. Karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam adalah rasul yang paling mulia diantara para nabi dan rasul. Derajatnya tidak akan terkalahkan disisi Allah oleh manusia manapun.

Adapun sebagian kaum muslimin yang menjadikan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sebagai wasilah ( erantara ) dalam do’a mereka. Berkeyakinan bahwa do’a seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah, kecuali dengan perantaranya. Ini juga merupakan kesesatan. Menjadikan orang yang meningal sebagai perantara, maka tidak ada syari’atnya dan ini diharamkan. Apalagi kalau ada orang yang berdo’a kepada beliau. Ini adalah sebuah kesyirikan besar. Sebab do’a merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak diberikan kepada selain Allah. Allah melarang mahluknya berdo’a kepada selain Allah,

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya disamping ( menyembah ) Allah. ( QS. Al-Jin : 18 )

Jadi sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk memperlakukan para ‘ulama dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam batas-batas yang telah ditetapkan syari’ah.

Akhirnya mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita sehingga tidak tersesat dalam kehidupan yang penuh dengan fitnah ini.

Wallahu a’lam bishshawab

[Sumber : Majalah Assunnah Edisi 07/Tahun VI/1423H/2002M]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim ! 



komentar :

Selengkapnya

Inilah Perbedaan Antara Ilmuwan Barat dan Ilmuwan Muslim




DALAM bukunya yang berjudul History of God, Karen Armstrong mengatakan, setelah mengalami fase panjang zaman kegelapan yang disebut sebagai The Dark Ages of Europe, peradaban Barat kemudian mengembangkan filsafat ilmu sekular yang menolak keberadaan dan kehadiran Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan. Tuhan dipandang sebagai sesuatu yang mengganggu kebebasan manusia.

Charles Robert Darwin dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species menyimpulkan Tuhan tidak berperan dalam penciptaan.

Bagi Darwin, asal mula species bukan berasal dari Tuhan, tetapi dari adaptasi kepada lingkungan.

Menurutnya, Tuhan tidak menciptakan makhluk hidup. Semua species yang berbeda sebenarnya berasal dari satu nenek moyang yang sama. Species menjadi berbeda antara satu dan yang lain disebabkan kondisi-kondisi alam.

Pemikiran ateistik ikut bergema dalam disiplin psikologi. Sigmund Freud, seorang psikolog terkemuka menegaskan doktrin-dontrin agama adalah ilusi. Agama sangat tidak sesuai dengan realitas dunia. Bukan agama, tetapi hanya karya ilmiah, satu-satunya jalan untuk membimbing ke arah ilmu pengetahuan.
Itulah fenomena yang terjadi dalam filsafat ilmu Barat. Menurut mereka, agama tidak memiliki keterkaitan dengan ilmu dan membatasi ruang gerak ilmu. Mereka menutup rapat-rapat filsafat ilmu dari sebuah doktrin agama.

Filsafat ilmu Barat yang sekular bertumpu pada akal semata dan menolak wahyu sebagai sumber ilmu telah membawa kemerosotan besar bagi manusia. Filsafat ilmu sekular inilah yang memicu kemunduran dalam dunia keilmuan saat ini. Prof. Naquib Al-Attas mencatat:
“I venture to mantain that the greatest challenge that has surreptitiously arisen in our age is the challenge of knowledge, indeed, not as against ignorance, but knowledge as conceived and disseminated throughout the world by Western civilitation.”
Bertolak belakang dengan filsafat ilmu Barat yang secara jelas menolak wahyu. Islam sebagai agama yang sempurna menjadikan wahyu sebagai sumber ilmu. Al-Qur’an menempati urutan pertama dalam hierarki sember ilmu dalam epistimologi Islam. Ilmu adalah pioner bagi seorang muslim dalam berkata dan beramal. Ilmu dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan manusia.

Seorang guru atau orang tua harus memiliki ilmu untuk dapat mendidik anak dengan baik, nahkoda harus memiliki ilmu dan keterampilan agar ia dapat mengemudikan kapal dengan sempurna, seorang petani pun harus mempelajari ilmu tentang bercocok tanam agar ia hasilnya bermanfaat bagi orang lain, selain itu ilmu juga dibutuhkan dalam beribadah, sebagai kebutuhan hamba terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).
Al-‘ilm adalah lawan dari al-jahl. Ilmu adalah pelita dalam setiap kegelapan. Dengan ilmu, seseorang akan terbelenggu dari kebodohan. Ilmu adalah kemuliaan yang diberikan oleh Allah Yang Mahamulia hanya kepada hamba-hamba-Nya yang mulia.

Islam sangat menghargai ilmu dan memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu. Hal ini terlihat, kata ilmu terdapat dalam Al-Qur’an sebanyak 750 kali, menempati peringkat ketiga setelah kata Allah dan Rabb. Kata ilmu juga banyak ditemukan di dalam hadits.

http://2.bp.blogspot.com/-lNBiXIy46hI/U5JKEJrt6CI/AAAAAAAACVQ/AeWFDDwfwmQ/s1600/484px-al-jazari_water_device.jpg

Allah menurunkan wahyu pertama kepada Rasulullah adalah surah al-‘Alaq yang esensinya adalah ber-iqra’. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk ber-iqra’.

Secara bahasa, iqra’ berarti bacalah. Tapi iqra’ secara istilah memiliki makna yang luas. Di antaranya, pelajarilah, renungkanlah, lihatlah dan sebagainya. Makna itu erat sekali hubungannya dengan ilmu.
Penekanan terhadap pentingnya ilmu dapat terlihat juga dari kedudukan orang-orang yang mencari, memiliki, mengajarkan dan mengamalkan ilmu. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majlis-majlis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untumu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Mujadalah [58]: 10).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersabda:

“Barangsiapa yang pergi menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali.” (HR. At-Timidzi).

Bangku kuliah bukan merupakan akhir dalam pencarian ilmu bagi seseorang. Bangku sekolah atau kuliah merupakan strategi awal seseorang untuk dapat mengaplikasikan ilmunya di tengah masayarakat.Terlalu sempit jika kita mengartikan ilmu hanya diperoleh dalam bangku sekolah. Karena di langit dan bumi terdapat sejuta penciptaan Allah yang dengannya seseorang dapat mengambil ibrah dan ilmu pengetahuan.

Allah Ta’ala memberikan akal bagi setiap orang, karena dengan akal, seseorang dapat berpikir dan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Tujuan mulia dalam pencarian ilmu tidak lain adalah mengenal Allah atau ma’rifatullah. Ilmu yang akan mengantarkan seseorang untuk menjadi khalifatullah, amanah manusia di dunia. Ilmu tanpa wahyu hanya akan menimbulkan kerusakan. Buah dari ilmu adalah al-yaqin dan al-haq bukan syak atau keragu-raguan. Seseorang yang berilmu, maka ia akan bertambah keimanannya kepada Rabb-nya. Bukan justru meragukan keberadaan Rabb-nya. Berbeda dengan ilmuwan Barat secara terang-terangan menolak keberadaan Tuhan karena keangkuhannya terhadap kebenaran.

Ilmu yang bermanfaat akan mendatangkan rasa takut kepada Allah (khasyah) sehingga ia dapat mendekatkan dirinya kepada Allah Sang Pemberi Ilmu. Hal itu sesuai dengan firman Allah:
“Sesungguhnya hanyalah yang takut kepada Allah dari hamba-Nya adalah para ulama (orang yang berilmu). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S Fathir [35]:28).

Rasa khasyah dan raja’ telah dibuktikan oleh para ulama. Di antaranya, Ibn Taimiyah, ulama bermazhab Hambali. Berulang kali beliau keluar masuk penjara, namun hal itu tak membuatnya surut untuk tetap menegakkan kalimat tauhid dalam karya-karya terbaiknya. Ibn Taimiyah dipenjara di Kairo selama satu setengah tahun karena kejujuran dan sikap heroiknya dalam memenangkan keyakinan tentang Allah yang menguji jiwa dengan iman. Hembusan-hembusan fitnah yang ditiupkan kaum munafiqin mengakibatkan dirinya mengalami tekanan berat dalam berbagai penjara, justru dihadapi dengan tabah, tenang dan gembira. Ternyata penjara baginya tidak menghalangi kejernihan pikiran dan semangat berdakwahnya. Alhasil, penjara adalah tempat terakhirnya di dunia sebelum berjumpa dengan Rabb-nya.

Hal inipun terjadi pada Sayyid Quthb, ulama dan mufasir kelahiran Mesir, 1906 M. Saat di penjara, Sayyid Quthb pernah ditawarkan bebas dari penjara dan hukuman mati, namun harus menandatangani surat permintaan maaf kepada Gamal Abdul Nasser atas dakwah tauhidnya, Quthb berkata: “Telunjuk yang senantiasa bersyahadat akan keesaan Allah dalam setiap shalat ini, menentang untuk menuliskan satu huruf sekalipun sebagai tanda ketundukan terhadap rezim yang sekular.”

Begitulah teguhnya Sayyid Quthb dalam dakwah Islam, menolak demokrasi dan rezim sekuler, barang satu goresan pena pun. Demikianlah apa yang terjadi pada ulama. Dengan kerendahan hati, mereka tidak akan menggadaikan keimanan hanya untuk mendapatkan kepentingan duniawi. Karena dalam setiap pengembaraan dan pencarian, hanya Allah yang menjadi muara. Allah adalah sejatinya tempat kembali setiap manusia. Mati syahid adalah pilihan untuk berjumpa dengan-Nya.

Oleh karena itu, sebagai Muslim, marilah kita mencari ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya dengan selalu berpegang teguh pada wahyu, al-Qur’an dan sunnah. Dengan dua hal tersebut, seseorang niscaya tetap berjalan di jalan yang lurus dan selalu bersikap tawadhu’. Ilmu menjadikan seseorang memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah. Karena ilmu mengantarkan seseorang pada ma’rifatullah.

Mu’adz bin Jabal berkata: “Tuntutlah ilmu, karena mempelajarinya adalah sebuah kebaikan, mencarinya adalah ibadah, mendialogkannya merupakan tasbih, mengkajinya adalah jihad, mencurahkan kemampuan untuknya merupakan taqarrub. Dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya sebagai sebuah shadaqah”.*

Mahasiswi Pascasarjana UIKA Bogor



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Kotoran Cicak Apakah Termasuk Najis?

CICAK seringkali membuat kita merasa terganggu dan jijik. Mengganggu dengan suaranya saat bunyi di tengah malam, atau jijik ketika banyak kotoran cicak bertebaran dimana-mana. Nah, mengenai kotorannya apakah tergolong najis atau tidak. Simak ulasan berikut.

Pertama, ulama menegaskan bahwa binatang yang tidak memiliki darah merah, seperti serangga, dan sebangsanya, bangkainya tidak najis. Demikian pula kotorannnya.

Ibnu Qudamah –ulama Madzhab Hanbali– mengatakan:

مَا لَا نَفْسَ لَهُ سَائِلَةٌ ، فَهُوَ طَاهِرٌ بِجَمِيعِ أَجْزَائِهِ وَفَضَلَاتِهِ

“Binatang yang tidak memiliki darah merah mengalir, dia suci, sekaligus semua bagian tubuhnya, dan yang keluar dari tubuhnya.” (al-Mughni, 3:252)

Hal yang sama juga disampaikan ar-Ramli –ulama Madzhab Syafii– dalam an-Nihayah:

ويستثنى من النجس ميته لا دم لها سائل عن موضع جرحها، إما بأن لا يكون لها دم أصلاً، أو لها دم لا يجري

“Dikecualikan dari benda najis (tidak termasuk najis), bangkai binatang yang tidak memiliki darah yang mengalir ketika dilukai, baik karena tidak memiliki darah sama sekali atau memliki darah, namun tidak mengalir.” (Nihayah al-Muhtaj, 1:237)

Kedua, Ulama juga berbeda pendapat apakah cicak termasuk binatang yang darahnya mengalir atau tidak.
Mayoritas ulama mengatakan, cicak termasuk binatang yang tidak memiliki darah mengalir. An-Nawawi mengatakan:

وأما الوزغ فقطع الجمهور بأنه لا نفس له سائلة

“Untuk cicak, mayoritas ulama menegaskan, dia termasuk binatang yang tidak memiliki darah merah yang mengalir.” (al-Majmu’, 1:129)

Hal yang sama juga ditegaskan Ar-Ramli:

Dikecualikan dari benda najis (tidak termasuk najis), bangkai binatang yang tidak memiliki darah yang mengalir ketika dilukai, baik karena tidak memiliki darah sama sekali atau memliki darah, namun tidak mengalir. Seperti cicak, tawon, kumbang, atau lalat. Semuanya tidak najis bangkainya. (Nihayah al-Muhtaj, 1:237)

http://2.bp.blogspot.com/_YyXZ9LFygq0/TMTeP0iYT1I/AAAAAAAABrM/SRUJlmjVkgQ/s1600/cicak.JPG

Sementara ulama lainnya mengelompokkan cicak sebagai binatang yang memiliki darah merah mengalir, sebagaimana ular.

An-Nawawi menukil keterangan al-Mawardi:

وَنَقَلَ الْمَاوَرْدِيُّ فِيهِ وَجْهَيْنِ كَالْحَيَّةِ وَقَطَعَ الشَّيْخُ نَصْرٌ الْمَقْدِسِيُّ بِأَنَّ لَهُ نَفْسًا سَائِلَةً

Dinukil oleh al-Mawardi, mengenai cicak ada dua pendapat ulama syafiiyah, (ada yang mengatakan) sebagaimana ular. Sementara Syaikh Nasr al-Maqdisi menegaskan bahwa cicak termasuk hewan yang memiliki darah merah mengalir. (al-Majmu’, 1:129)

Dari Madzhab Hanbali, al-Mardawi mengatakan:

والصحيح من المذهب: أن الوزغ لها نفس سائلة. نص عليه كالحية

“Pendapat yang benar dalam Madzhab Hanbali bahwa cicak memliki darah merah yang mengalir. Hal ini telah ditegaskan, sebagaimana ular.” (al-Inshaf, 2:28)

Ketiga, sebagian ulama memberikan kaidah, binatang yang memiliki darah merah mengalir dan dia tidak halal dimakan maka kotorannya najis.

Jika Anda menguatkan pendapat bahwa cicak termasuk binatang yang tidak memiliki darah merah mengalir, maka bangkai dan kotoran cicak tidak najis. Sebaliknya, jika Anda berkeyakinan bahwa cicak memiliki darah merah mengalir, maka kotorannya najis. Meskipun banyak ulama berpendapat bahwa najis sangat sedikit, yang menempel di badan, dari binatang yang sulit untuk dihindari, termasuk najis yang ma’fu (boleh tidak dicuci).

Namun, menurut Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, jika ada yang mau hati-hati dengan tetap menghindari dan memebersihkan kotoran tersebut pada baju dan tempat shalatnya, itu lebih baik. Wallahu a’lam.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Aku Akan Mengajarkan padamu Suatu Surat yang Paling Agung Dari Alquran


http://4.bp.blogspot.com/-js927UP3h50/T49IiDnE0MI/AAAAAAAACUg/2X9sWB9uC-k/s1600/al-fatihah.jpg

TELAH menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Syu’bah Telah menceritakan kepadaku Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin Ashim dari Abu Sa’id Al Mu’alla ia berkata,

“Suatu ketika aku sedang shalat, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilku namun aku tidak menjawab panggilannya.”

Seusai shalat, aku berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi aku sedang shalat.”

Beliau bersabda: “Bukankah Allah telah berfirman: ‘Penuhilah panggilan Allah dan panggilan Rasul-Nya bila ia mengajak kalian..'”

kemudian beliau bersabda: “Maukah kamu aku ajari satu surat yang paling agung yang terdapat dalam Al Qur`an sebelum kamu keluar dari Masjid?”

http://4.bp.blogspot.com/-n4a6cFY5TAc/VZBJpXpvYzI/AAAAAAAAHNA/QmY6pbYO658/s1600/Amalan%2BDoa%2BPengasihan%2Bdengan%2BAl-Fatihah%2BPaling%2BMustajab.jpg

Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Anda telah berkata, ‘Sungguh, aku akan mengajarkan padamu suatu surat yang paling agung dari Al Qur`an.'”

Beliau pun bersabda: “Yaitu: ‘AL HAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN..’ ia adalah As Sab’u Al Matsaanii dan Al Qur`an yang agung yang telah diberikan kepadaku.”, (HR. Bukhari: 4622).

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Ketahui Empat Rakaat Sunnah untuk Buka Pintu Langit

Rasulullah SAW merupakan sosok teladan yang paling sempurna di muka bumi. Beliau senantiasa melaksanakan segala perintah Allah baik yang wajib ataupun sunnah. Ada banyak amalan sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah.

Bahkan apabila beliau terlewat melakukan amalan itu karena banyak sebab, maka Rasulullah akan menggantinya dalam kesempatan lain. Hal tersebut harus diikuti kaum muslim karena di balik ibadah sunnah Allah sudah menjanjikan kebaikan bagi yang mengerjakannya. 

Bahkan ternyata ada salah satu amalan sunnah yang bisa membuka pintu langit, yakni empat rakaat shalat sunnah. Rasulullah tidak pernah melewatkan untuk mengerjakan amalan ini terkecuali ada halangan. Lalu empat rakaat shalat sunnah apakah yang bisa membuka pintu langit? Berikut informasinya. 

Empat rakaat sunnah yang ternyata bisa menjadi pembuka pintu langit adalah shalat empat rakaat sebelum Dzuhur. ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq meriwayatkan, “Ketika Rasulullah Saw belum shalat empat raka’at sebelum Zhuhur,” lanjutnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Baihaqi, “beliau melakukan setelahnya.”

Mengomentari hadits di atas, Abu Isa at-Tirmidzi menerangkan, “Hadits tersebut menunjukkan perintah untuk menjaga amalan-amalan sunnah sebelum shalat wajib.”

Berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Empat rakaat sebelum zhuhur tanpa salam diantara rakaat-rakaatnya maka terbukalah pintu-pintu langit.” (Shahih al Jami, 885)

Sedangkan dari jalur lain dari Abu Ayyub al-Anshari, Imam Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan, “Empat rakaat sebelum Zhuhur dapat membuka pintu langit.”

Terbukanya pintu langit pada saat sebelum dzuhur juga menjadi waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Hal itu berdasarkan sabda Rosullullah SAW yang artinya: “Sesungguhnya buka-buka pintu langit dibuka hingga tergelincir matahari dan tidaklah tertutup sebelum solat zuhur, maka aku ingin saat itu yang naik bagiKu adalah suatu kebaikan” (HR. At-Tahrib 584, sahih)

Karena keutamaannya tersebut, maka shalat empat rakaat sebelum dzuhur ini menurut Dr. Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim dalam bukunya “Mizan, Jurus Jitu Memperberat Timbangan Amal”, beliay memasukan amalan tersebut ke dalam jajaran amal yang setara dengan shalat sunnah tahajud (Qiyamullail) selain shalat Isya’ dan Subuh berjama’ah awal waktu di masjid, mendirikan shalat Tarawih sampai tuntas di belakang imam, membaca seratus ayat al-Qur’an di malam hari, membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah di malam hari, memiliki akhlak yang mulia, menyantuni janda dan orang miskin, menjaga sunnah di hari Jum’at, Ribath di jalan Allah Ta’ala, niat shalat malam sebelum tidur dan mengajari orang lain tentang amalan-amalan tersebut.

Demikianlah informasi mengenai empat rakaat yang bisa membuka pintu langit. Allah SWT sangat memudahkan kaum muslimin untuk melaksanakan kebaikan. Dengan melaksanakan amalan sunnah ini akan membuat seorang hamba semakin di cintai oleh Allah Ta’ala.

Sumber http://www.infoyunik.com/2016/02/ketahui-empat-rakaat-sunnah-untuk-buka.html  | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

YES MUSLIM

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top